Header Ads

Masyarakat Dihimbau Tidak Percaya Berita Tentang Tsunami Selain Dari BMKG

Hasil gambar untuk foto bmkgJakarta - Masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai informasi soal potensi atau pun prediksi tsunami selain dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan usai diskusi bersama Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Jakarta, Rabu (11/4).

Pernyataan tersebut menanggapi kisruh usai pemberitaan tentang prediksi tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang, Banten.

Dikatakan bahwa Berdasarkan UU nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG mendapat mandat dan wewenang untuk melakukan observasi, analisis, dan diseminasi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Misalnya adalah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang bertugas menginformasikan potensi kegunungapian dan pengelolaan mitigasi bencana alam geologi.

"Misal, gunung api. Kita tidak mungkin percaya info dari yang lain kecuali dari PVMBG karena sumbernya dari sana," ujar Lilik.

Sedangkan BNPB bertugas menangani bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, ketika, dan setelah terjadi bencana. Tugas BNPB juga termasuk pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.

"Kalau kita bicara mengenai penduduknya, pekerjaannya, kerusakan lingkungan, jumlah korban, itu BNPB masuk di situ. Sehingga, BNPB menjadi instansi resmi pada saat bencana terjadi," kata Lilik.

Selain itu, Lilik juga meminta agar pemerintah untuk menyediakan dan menyosialisasi jalur evakuasi untuk warga yang daerahnya berpotensi bencana.

"Begitu ada infomasi dari BMKG mau ada tsunami, masyarakat harus tahu harus lari ke mana. Maka pemerintah wajib membangun shelter evakuasi sementara. Ini yang harus dipahami," katanya.

(Sumber : CNNIndonesia.com)
Powered by Blogger.