Header Ads

Kendalikan Inflasi Dengan Pertahankan Kearifan Lokal

KAJEN - Memiliki lahan pertanian dan hutan yang luas dimana padi,sayur-sayuran,kayu bakar masih banyak di Kabupaten Pekalongan menjadikan Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah, yang berhasil mengendalikan inflasi dengan baik.

Bupati Pekalongan, usai menjadi salah satu pembicara kegiatan High Level Meeting (HLM), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) eks Karisidenan Pekalongan di Hotel Santika Pekalongan mengatakan bahwa pihaknya membuat kebijakan-kebijakan dengan mempertahankan kearifan lokal.

"Kabupaten Pekalongan ini merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang mampu mengendalikan inflasi secara baik, bahkan indeksnya lebih baik dari pusat. Karena ada kebijakan-kebijakan yang saya terapkan untuk maslah tersebut," kata bupati.

Contohnya seperti ketika terjadi kelangkaan gas, masyarakat yang berada di pedesaan dan pegunungan, memanfaatkan tungku dengan bahan bakar kayu.

"Kalo di desa-desa atau pegunungan kan masih memungkinkan, jadi memang saya meminta masyarakat untuk tidak menghilangkan tungku, meskipun sudah menggunakan gas, karena dapat dimanfaatkan apabila terjadi kenaikan harga. Kalau di daerah perkotaan memang susah," tandas Asip.

Menurut bupati, meski operasi pasar sangat efektif menekan inflasi, namun upaya persiapan harus dilakukan, seperti melakukan pendataan setiap pagi di pasar-pasar induk, melakukan pengukuran harga komoditas sembilan bahan pokok.


Dengan kebijakan tersebut, Kabupaten Pekalongan saat memasuki musim libur puasa dan lebaran tidak khawatir. Terlebih untuk bahan pangan, lantaran tanaman pangan berlimpah, seperti sayuran, bahkan beras sejak tahun 2017-2018 sudah surplus.

Asip juga mengaku sedang merancang kebijakan agar tidak terjadi kendala terkait BBM, dan akan menjaga hubungan baik dengan suplayer, sehingga pasokan tidak terhambat,apalagi kini kabupaten pekalongan menjadi daerah lintasan jalan tol.

Powered by Blogger.