Header Ads

Jelang Ramadhan,Bank Indonesia Gelar Rapat Pengendalian Inflasi

KAJEN - Jelang bulan ramadhan dan  untuk memastikan bahwa ketersedian pangan cukup,BI (Bank Indonesia) Tegal menggelar rapat pengendalian infasi di Hotel Santika Pekalongan pada Rabu (18/4).

Kepala BI Tegal,Joni Marsius mengungkapkan bahwa menjelang ramadhan tekanan inflasi akan meningkat.

"Di BI saja separuh atau 50 persen dari uang stok kita untuk pengedaran tahun 2018 kita edarkan dibulan ramadhan itu artinya dari sisi permintaan akan meningkat untuk itu kita pastikan stok pangan cukup," ungkapnya.


Dikatakan,menjelang Ramadhan dan lebaran pada bulan Mei-Juni 2018, terdapat tantangan risiko tekanan inflasi yang disebabkan beberapa faktor antara lain kenaikan harga komoditas internasional yang mempengaruhi mulai tukar rupiah, barang-barang impor termasuk bahan baku, bahan bakar minyak (BBM), dan emas perhiasan. 

Selain itu, beberapa kebijakan pemerintah seperti tanf cukai rokok, penetapan harga BBM, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan Iuar kota dan dalam kota diperkirakan akan mempengaruhi harga. Komoditas seperti Bawang Merah. Bawang Putlh, Cabai, Daging Sapi, Daging Ayam dan Telur Ayam, berpotensi mengalami kenaikan karena faktor musim maupun pennintaan konsumsi masyarakat. 


Untuk itu, TPID memiliki peran penting dengan melakukan koordinasi dan strategi pengendalian inflasi. 

"Masing-masing TPID sekarisidenan pekalongan akan membicarakan dengan pertamina terkait persiapan BBM dan juga gas (untuk ramadhan dan lebaran),tadi juga ada informasi dari pertamina ada penambahan dari pertamina 10 persen dibulan april dan dan 5 persen dibulan mei,"jelasnya.


Dikatakan,bersama satgas pangan nantinya akan melakukan sidak ke pasar tradisional, pasar modern, distributor dan gudang-gudang agen memantau persediaan stok kebutuhan masyarakat,untuk memastikan persedian cukup dan harga wajar. 

"Kami juga akan bekerjasama dengan para ustad saat tarawih keliling agar ikut mengendalikan ekspektasi masyarakat agar tidak mengkonsumsi diluar kebutuhan mereka,kita juga  akan bekerjasama dengan semua pihak termasuk media untuk ekspektasi konsumen, sehingga inflasi terkendali,"imbuhnya.
(Ros-Nk)
Powered by Blogger.