Header Ads

Indonesia Terima Penghargaan World Interfaith Harmony 2018

Dubes Andy Rachmianto  (kiri) bersama Pendeta Jacklevyn Manuputty.
Foto: Ist/KBRI Amman
Dubes Andy Rachmianto (kiri) bersama Pendeta Jacklevyn Manuputty.
Jakarta - Indonesia mendapat penghargaan World Interfaith Harmony Week 2018 atas penyelenggaraan Pekan Harmoni Antar-Agama Dunia yang digelar di Jakarta Februari 2018. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Raja Yordania, Abdullah II bin Al Hussein di Istana, Husseiniyah, Amman, Selasa (24/4).

Penghargaan diterima Pendeta Jacklevyn Manuputty, mewakili Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto, yang turut hadir pada upacara pemberian penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa peran Indonesia dalam membina kerukunan antar umat beragama di Indonesia, saat ini sudah menjadi sorotan dunia dan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dunia atas capaian Indonesia.

"Indonesia dan Yordania dapat menjadi model penerapan pluralisme dan toleransi agama bagi banyak negara," ujar Dubes Andy. 

Ia juga mengimbau para pemuka agama dan masyarakat di Indonesia untuk terus mempertahankan kerukunan yang telah terjaga dengan baik serta untuk menurunkannya kepada generasi muda dan menularkan kepada masyarakat dibelahan dunia lainnya, melalui perilaku bermasyarakat yang berdasarkan Pancasila.


Kekuatan kerukunan antar umat di seluruh dunia saat ini sedang diuji dengan berbagai musibah yang mengatasnamakan agama. Keragaman yang dimiliki Indonesia adalah aset berharga yang perlu dilindungi oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Sehingga kekuatan peran pemerintah dan masyarakat menjadi penting sebagai penjaga toleransi dan pluralisme dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis.

World Interfaith Harmony Week (WIHW) dibentuk berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB No. A/65/PV.34 untuk menyelenggarakan minggu keselarasan antar-agama di seluruh dunia. Kegiatan ini diusulkan pada 2010 oleh Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania. 

Kegiatan dalam rangka WIHW dilaksanakan pada bulan Februari setiap tahunnya. Bertujuan untuk mempromosikan kerukunan umat tanpa memandang dasar keimanan masing-masing.

Dalam pelaksanaannya pada 2018 ini, para juri WIHW menerima 88 aplikasi yang terseleksi dari 1.232 kegiatan dan memutuskan tiga pemenang, yaitu Interfaith Center of Melbourne dari Australia dengan kegiatan berjudul "Who and Where Are We in a Changing World?"

Indonesia meraih penghargaan kedua, dimana Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, menggelar kegiatan Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kesatuan Bangsa bertema "Rukun dan Bersatu, Kita Satu".

Adapun pemenang ketiga dari World Interfaith Harmony Week 2018  yang digagas Raja Yordania, Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad tersebut diraih Interfaith Glasglow, Inggris dengan kegiatan Friendship, Dialogue, Cooperation: Exploring Crucial Elements of Interfaith Harmony.
(Sumber : CNNIndonesia.com)
Powered by Blogger.