Header Ads

Buku anak Indonesia dengan konten Islami diminati di Pameran Buku London

Hasil gambar untuk gambar bukuBuku anak Islam dengan konten pembentukan karakter dan nilai-nilai universal diminati sejumlah negara di ajang pameran buku London Book Fair (LBF) 2018.

Negara-negara yang membeli atau tertarik membeli hak cipta buku ini antara lain adalah Prancis, Inggris, dan Turki.

Buku anak ini merupakan yang terbanyak dari 14 judul buku Indonesia yang hak ciptanya terjual di LBF 2018, kata Laura Bangun Prinsloo, Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia di London Book Fair.

"Selain buku anak Islami, yang juga diminati adalah buku-buku sastra Indonesia dan buku fiksi untuk remaja," kata Laura.

Cina tercatat sebagai negara dengan pembelian hak cipta terbanyak, yaitu 10 judul, disusul Prancis dengan dua judul dan Inggris serta Amerika Serikat yang masing-masing membeli satu judul.

Di luar hak cipta 14 judul buku yang sudah pasti terjual, tercatat ada 134 judul yang juga diminati sejumlah negara. Peminat terbesar adalah Inggris dengan 63 judul dan satu seri. Negara-negara lain yang juga berminat di antaranya adalah Norwegia, Italia, Korea Selatan, Pakistan, dan Turki.

Laura menjelaskan sejumlah negara ini sudah meminta file buku dalam bentuk PDF untuk dipelajari. "Ini memang memerlukan waktu. Mereka perlu waktu untuk mempelajari konten buku dan setelah itu mereka akan membahas harga jual, berapa jumlah buku yang akan dicetak, dan juga biaya promosi," katanya.

Prosesnya memakan waktu antara tiga bulan hingga satu tahun dengan tingkat konversi sekitar 30% berdasarkan pengalaman dalam empat tahun terakhir.

Di ajang Pameran Buku London 2018, Indonesia membawa 300 judul buku.
(Tribunnews.com)
Powered by Blogger.