Header Ads

Bidan Desa Tidak Menetap Di Desa Tempat Tugas Dikeluhkan Warga Pegunungan



KAJEN - Penerapan pola pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal akan dilakukan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi untuk menangani masalah Bidan Desa dan Guru di daerah Pegunungan,Hal tersebut terungkap saat menanggapai keluahan para Kepala Desa di Paninggaran dalam kegiatan Tea Time,beberapa saat yang lalu.

 "Di desa itu ada bidan nanti akan kami pekerjakan, akan kami atur pola kerjasamanya dengan pemda. Sehingga anak-anak di desa itu akan bekerja sebagai bidan di desanya. Demikian pula untuk guru di desa-desa terpencil akan kita dorong untuk menjadi guru di desa tersebut," kata Asip Kholbihi.

Adapun sebelumnya ,Kepala Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Suwito. mengutarakan bahwa akses jalan menuju ke desanya belum sepenuhnya dibangun dan berakibat pada akses pendidikan.

"Sehingga,akses pendidikan bagi anak-anak sekolah menjadi sulit,kami berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa membangun infrastruktur jalan di desa kami,sekaligus di Desa kami ada obyek wisata Curug Siwatang dan berharap  Pemda bisa membantu membuka jalan menuju Curug Siwatang."


Selain itu dikeluhkan juga mengenai bidan desa yang bertugas didesanya tidak tinggal menetap,sehingga cukup membuat kesulitan warga terutama ibu hamil dan bayi yang sewaktu-waktu membutuhkan bantuan bidan.

"Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah agar bidan desa bisa menetap didesa-desa tempat tugasnya,sebab persoalan ini tidak hanya terjadi di lambangelun saja tapi desa-desa lainnya diwilayah pegunungan,"pintanya.

Sementara itu Kepala Desa Notogiwang, Dasmin, mengeluhkan akses jalan yang rusak di Desa Notogiwang dan menyebabkan meningkatnya angka kematian bayi didesanya.

"Saat ibu hamil dibawa ke rumah sakit melalui jalan yang rusak maka berisiko mengakibatkan bayi meninggal dunia.Satu bulan kemarin ada lima bayi yang meninggal. Ibu hamil ketika tiba di rumah sakit, bayinya sudah meninggal dulu,"ungkapnya.

Selain itu, akibat jalan yang sulit akses perekonomian juga terganggu.Pasalnya, harga jual hasil bumi tidak sebanding dengan ongkos ojek ke pasar.


"Pendapatan petani menurun. Misal jual satu tandan pisang ke pasar, tidak menutup untuk bayar tukang ojeknya karena jalannya rusak seperti itu," ungkap dia.

Banyaknya keluhan warga terkait jalan rusak di paninggaran  yang berimbas pada akses pendidikan,kesehatan dan perekonomian,langsung ditanggapi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang mengatakan akan segera menangani permasalahan tersebut.


Sementara itu,Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, mengatakan, beberapa ruas jalan di wilayah pegunungan, seperti di Kecamatan Paninggaran, pada tahun 2018 akan segera dibangun.

"Untuk Kecamatan Paninggaran, ruas jalan yang akan diperbaiki atau dibangun di antaranya, rehab jalan Paninggaran - Notogiwang Blok Sikawat, rehab jalan Paninggaran - Notogiwang Blok Sinyareng, rehab jalan Domiyang - Notogiwang ruas Pejarakan, dan rehab jalan Domiyang - Notogiwang ruas SMP Satu Atap Notogiwang," jelasnya.


Powered by Blogger.