Header Ads

AS Serang Damaskus, Kemenlu Himbau WNI Tak ke Suriah

AS Serang Damaskus, WNI Diimbau Tak ke SuriahJakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengimbau warganya agar tak mengunjungi Suriah hingga situasi membaik setelah Amerika Serikat, Inggris, Perancis melakukan serangan rudal ke sejumlah titik sekitar Damaskus.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di Suriah, Kementerian Luar Negeri mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia untuk tidak melakukan kunjungan ke Suriah sampai situasi keamanan membaik," demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu (14/4).

Kemlu RI juga mengimbau WNI yang sedang berada di Suriah untuk melaporkan diri dan terus berkomunikasi dengan KBRI di Damaskus.

Untuk koordinasi lebih lanjut, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Damaskus di +963 954444810 dan +963937021018, juga hotline Perlindungan WNI pada nomor +62 812-9007-0027.

"Bagi WNI, untuk update situasi keamanan lebih lanjut di Damaskus dan sekitarnya dapat mengikuti di aplikasi bergerak Safe Travel," tulis Kemlu RI.

Merujuk pada data KBRI Damaskus, ada sekitar 1.500 orang yang memiliki izin tinggal di Suriah. Namun, KBRI tidak memiliki catatan lengkap karena banyak WNI tidak melaporkan kedatangannya ke Suriah.

Sebelum serangan terjadi, KBRI menampung 40 WNI dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.

Serangan gabungan AS, Perancis, dan Inggris ini baru terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat, sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia yang menewaskan 60 orang di daerah kekuasaan pemberontak di Ghouta Timur pekan lalu.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, menyatakan bahwa gempuran ini hanya bertujuan untuk memberikan pesan tegas kepada Suriah. Ia pun memastikan tidak akan ada serangan lanjutan. 

(CNNIndonesia.com)
Powered by Blogger.