Header Ads

2 Perampas Dan 3 Penadah Motor Ditangkap!

KAJEN - Polres Pekalongan menggelar Expose kasus pemerasan dengan ancaman yang dilakukan oleh Riyan Bukholik (22) warga Dk.Sipebet Ds.Kwagean Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan dan M.Dzilfikri abdilah (23) Warga Ds.Pegaden Tengah Kec.wonopringgo Kab.Pekalongan,yang beraksi di Jl.Sindoro belakang masjid Al Mutharom Alun-Alun Kajen,pada sekira pukul 21.45 Wib,Jum'at (23/3).

Kasubag Humas Polres Pekalongan,AKP M.Dahyar mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat Korban,M.Abdul Bahril (18) warga Ds. Rowolaku Kec.Kajen Kab.Pekalongan,sedang bersama temannya Evatri (20),mengendarai Sepeda motor Honda Vario warna putih dengan No.Pol G 4768 BK,melintas di jalan raya belakang Masjid Al Mutharom.


"Tiba-tiba korban dipepet oleh dua tersangka dan merebut HP samsung milik korban dan menodongkan pisau,kemudian juga merebut sepeda motor milik korban," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah ),sedangkan temannya,Evatri, mengalami kerugian Rp 1.500.000,- ( satu juta lima ratus ribu rupiah ).

Setelah dilakukan penyelidikan kedua tersangka akhirnya bisa tertangkap,satu tersangka ditangkap di lapangan bebekan kedungwuni dan satunya lagi dirumah tersangka.Kedua tersangka kini akan dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara

"Sedangkan barang bukti ada empat yaitu dusbook hp samsung J 2 prime,satu yunit SPM Vario,Satu buah pisau dapur,dan satu buah SPM vario milik tersangka yang digunakan sebagai sarana kejahatan," jelasnya.

.
Sementara itu salah seorang tersangka ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa dirinya khilaf dan baru sekali melakukan perbuatan tersebut.

"Kalau bawa pisau dari rumah niatnya buat nyembelih doro (Burung),"terangnya.

Adapun dari hasil pengembangan Kasus tersebut kemudian aparat Polres Pekalongan menangkap para penadah barang curian yang dilakukan oleh kedua tersangka.

Para penadah yang ditangkap tersebut yaitu Mahatir Muhamad alias Fatir warga Desa Salak Brojo Kecamatan Kedungwuni,yang menerima sepeda motor Honda Vario milik Korban dan melepas plat nomor serta spion kendaraan,untuk menghilangkan jejak.

Selanjutnya hasil kejahatan tersebut dijual atau sebagai perantara yaitu Ahmad Riyadi alias Bodong dan Abdul Ghoni sebagai pembeli sepeda motor tersebut dengan harga Rp. 2.350.000,- (Dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).

Ketiga penadah tersebut kini juga telah meringkuk ditahanan Polres Pekalongan menjadi tersangka,dan dikenai Pasal 480 mengenai pertolongan jahat atau penadahan.
(Ros-Nk)
Powered by Blogger.