Header Ads

Menhub Lakukan Mediasi Terkait Demo Pengemudi Ojek Online

Gambar terkaitJakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan mediasi atas tuntutan ribuan pengemudi ojek dalam jaringan (daring) atau online yang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, kemarin. Budi akan mengintervensi tarif untuk ojek online secara informal. 

Budi mengatakan pemerintah telah menyiapkan beberapa instrumen untuk intervensi terkait masalah tarif ojek online ini. Sayangnya, ia tidak menyebutkan secara detil instrumen tersebut.

"Ada, kami banyak instrumen yang bisa intervensi jadi selama ini persuasif," kata Budi Karya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3).

Perwakilan ojek online tersebut akhirnya diterima oleh Presiden Joko Widodo. Presiden kemudian menunjuk Menhub Budi Karya Sumadi dan Menkominfo Rudiantara untuk mengurusi tuntutan para pengemudi ojek online tersebut.Solusi Bersama Dalam pertemuan dengan Presiden, saat demo kemarin, perwakilan pengemudi ojek onlinemengeluhkan tarif per kilometer yang diterapkan perusahaan terlalu rendah, yaitu hanya Rp1.600 per kilometer. Padahal sebelumnya, tarif per kilometer sempat mencapai Rp4.000.

Penurunan tarif itu dianggap merugikan para pengemudi. Mereka kemudian mengusulkan tarif dapat naik menjadi Rp2.500 per kilometer.

Budi mengakui masyarakat diuntungkan dengan tarif ojek online yang murah. Namun, penyedia jasa juga perlu memikirkan nasib pengemudi ojek online jika dikenakan tarif yang terlalu murah. Pihaknya juga selalu mengimbau kepada penyedia jasa untuk menentukan tarif dengan seadil-adilnya.

Budi ingin ada solusi terbaik bagi semua pihak atau win-win solution yang dihasilkan dalam mediasi yang dilakukan sore nanti sekitar pukul 16.00 WIB.

Demo pengemudi ojek online kemarin diikuti sekitar 7.000 pengemudi dari Gojek, Grab, dan Uber. Mereka mendesak pemerintah segera membentuk undang-undang yang mengakui keberadaan ojek online sebagai moda transportasi di Indonesia.

Salah satu alasan mereka meminta dibuatkan undang-undang agar pemerintah bisa menciptakan batas bawah tarif ojek online.

Adapun unjuk rasa pengemudi ojek online ini bukan kali pertama. Mereka sudah beberapa kali melakukan unjuk rasa serupa sebelumnya. Tuntutan mereka selalu sama, yakni keberadaan payung hukum dan tarif yang rasional.
(Sumber : CNNIndonesia.com)
Powered by Blogger.