Header Ads

Lahan 28 Hektar Untuk Demplot Mina Padi

KAJEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan membuat ujicoba budidaya mina padi  yaitu  integrasi antara pertanian dan budidaya ikan dalam satu lahan,sehingga diharapkan dapat memaksimalkan fungsi lahan,karena selain bisa panen padai juga bisa panen ikan,Selasa (13/3).

Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi mengungangkapkan bahwa demplot mina padi dilakukan pada lahan sawah seluas 28 hektar.

"Ini baru uji coba di kabupaten pekalongan,kita bikin demplot minapadi antara padi dan ikan,Tahun 2018 ini uji coba di 28 hektare, saya target tahun 2019, 500 hektare minimal,  ini akan menambah pendapatan para petani," ungkapnya.

Dikatakan,budidaya mina padi tidak menggunakan pupuk kimia namun menggunakan pupuk organik,agar padi tumbuh sehat dan ikan juga bisa tumbuh sehat dan lebih enak.

Nur Inayah, salah satu petani di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, yang menerapkan pola mina padi,  mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali menerapkan pola mina padi di lahan sawah miliknya seluas 0,5 hektare. 

"Mas bisa lihat sendiri tanaman padinya bagus. Bisa dibandingkan dengan yang menggunakan pupuk kimiawi. Ini ikan nila baru ditebar dua bulan. Kalau ini berhasil, pasti banyak yang niru. Orang kan pinginnya maju," ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Siswanto, mengatakan, pola mina padi bisa diterapkan pada lahan persawahan yang cukup pengairannya. Dari luasan lahan sawah sekitar 24 ribu hektare di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 15 ribu hektare di antaranya memungkinkan untuk dikembangkan pola mina padi. 

"Untuk uji coba di 28 hektare lahan sawah dulu. Jika hasilnya bagus, dan Insya Allah bagus seperti yang bisa dilihat ini maka kedepan akan terus dikembangkan pola mina padi ini," katanya.

Disebutkan, tujuan pengembangan pola mina padi ini untuk mengoptimalkan lahan-lahan sawah. Pasalnya, rata-rata kepemilikan lahan sawah petani luasannya terbatas, sehingga dioptimalkan jangan hanya untuk menanam padi saja. 

"Satu hektare minimal bisa menghasilkan 3 kwintal ikan saat panen. Jika dikalikan Rp 15 ribu saja, bisa dapat antara Rp 4,5 juta sampai Rp 6 juta untuk satu hektarenya. Ini dari ikannya saja, belum dari tanaman padinya," katanya.

Menurutnya, dengan sistem mina padi maka terjadi simbiosis mutualisme. Ikan yang ditabur di sawah bisa memakan hama tanaman, termasuk memakan telur-telur hama tanaman padi. Sedangkan dari kotoran ikan menghasilkan pupuk organik, sebab kotoran ikan mengandung zat nitrogen, pospat, dan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman padi.

 "Penggunaan pupuk juga lebih sedikit. Biasanya 200 kwintal, sekarang 20 kilo, biaya kan lebih sedikit," imbuhnya.


Powered by Blogger.