Header Ads

22 Negara Usir Diplomat Rusia Dikarenakan Kasus Racun di Inggris

Kasus Racun di Inggris, 22 Negara Usir Diplomat Rusia
(AFP PHOTO / Adrian DENNIS)
JakartaKasus peracunan eks mata-mata RusiaSergei Skripal, di Salisbury, Inggris awal Maret lalu berbuntut panjang. London menuding Kremlin merupakan dalang dibalik insiden itu dan tuduhan itu didukung sejumlah negara Barat lainnya seperti AS dan Uni Eropa.

Meski Moskow berkeras membantah keterlibatannya, Inggris memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia dari negaranya. Langkah tersebut diikuti oleh belasan negara Uni Eropa bahkan beberapa negara lainnya di luar blok regional itu.

Tindakan kolektif ini dianggap menjadi yang terbesar dalam sejarah. Pengusiran diplomat ini pun dinilai menambah pelik ketegangan antara Rusia dan negara Barat selama beberapa tahun terakhir.

Berikut daftar negara yang turut mengusir diplomat Rusia sebagai respons atas kasus peracunan Skripal:

Negara Uni Eropa

Kroasia: Perdana Menteri Andrej Plenkovic mengatakan Zagreb akan mengusir satu diplomat Rusia.

Ceko: Perdana Menteri Andrej Babis mengumumkan akan mengeluarkan tiga diplomat Rusia.


Denmark: Kementerian Luar Negeri menyatakan akan menetapkan status persona non grata bagi dua diplomat Rusia. "Kami mendukung Inggris dan secara tegas mengatakan tidak kepada Rusia ketika mereka mengancam serta mencoba merusak nilai Barat dan melanggar hukum internasional," kata Menlu Anders Samuelsen.

Estonia: Kemlu mengatakan Estonia akan mengusir Atase Pertahanan Kedutaan Besar Rusia di Tallinn.

Finlandia: Kepada CNN, Kemlu Finlandia menyatakan akan mengusir seorang diplomat Rusia.

Perancis: Menlu Jean-Yves Le Drian mengumumkan kementeriannya akan mengeluarkan empat diplomat Rusia dan mendesak mereka untuk segera meninggalkan Perancis dalam satu pekan. Le Drian mengatakan tindakan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Inggris.

Jerman: Kemlu Jerman menyatakan telah mengusir empat diplomat sebagai langkah konkret koordinasi antara Jerman, Uni Eropa, dan NATO.

Hungaria: Kemlu mengatakan telah mengusir seorang diplomat Rusia di Budapest yang diduga selama ini juga melakukan aktivitas intelijen.


Italia: Kemlu Italia memaparkan telah mengusir dua diplomat Rusia sebagai bentuk solidaritas terhadp Inggris dan Uni Eropa.

Latvia: Selain mengusir satu diplomat Rusia, Kemlu Latvia juga mengeluarkan seorang pengusaha Rusia di Riga.

Lithuania: Menlu Lina Linkevicius mengatakan selain mengeluarkan tiga diplomat Rusia, pemerintah akan melarang 23 individu lain memasuki negaranya. Dia juga mengatakan Lithuania akan menjatuhkan sanksi bagi 21 individual lain terkait Rusia sebagai solidaritas terhadp Inggris.

Belanda: Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan negaranya akan mengeluarkan dua diplomat Rusia. Rutte menuturkan penggunaan senjata kimia seperti racun saraf tidak bisa diterima.

Polandia: Kemlu menyatakan akan mengeluarkan empat diplomat. Kementerian tersebut juga mengatakan kasus Skripal menunjukkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan warga Uni Eropa bisa terjadi di mana saja.

Rumania: Bukarest mengatakan akan mengusir seorang diplomat Rusia.

Spanyol: Madrid menganggap insiden peracunan di Salisbury sebagai ancaman sangat serius terhadap keamanan bersama dan hukum internasional. Karena itu Spanyol memutuskan mengusir dua diplomat Rusia dari negaranya.

Swedia: Stockholm menyatakan akan mengusir satu diplomat Rusia terkait kasus peracunan di Inggris.


Negara Non-Uni Eropa

Albania: Kemlu Albania menyatakan akan mengusir dua diplomat Rusia yang dianggap aktivitasnya selama ini tidak sesuai dengan status diplomatik mereka.

Australia: Canberra mengusir dua diplomat Rusia atas keterlibatan negaranya yang tidak sesuai dengan Konvensi Wina.

Kanada: Kemlu menyatakan telah mengeluarkan empat diplomat Rusia yang diduga merupakan staf intelijen kedubes Rusia di Ottawa. Kanada juga dilaporkan menolak permintaan Moskow untuk menambah staf diplomatiknya di Ottawa.

Norwegia: Sebagai konsekuensi atas kasus peracunan di Salisbury, Norwegia menyatakan telah mengusir seorang diplomat Rusia dari negaranya.

Ukraina: Presiden Petro Poroshenko mengatakan akan mengusir 13 diplomat Rusia terkait kasus racun di Inggris. Poroshenko mengatakaan insiden di Salisbury menegaskan kembali sikap penghinaan terhadap kedaulatan negara oleh Rusia.

Amerika Serikat: Gedung Putih mengatakan akan mengusir 60 diplomat Rusia yang diduga bekerja sebagai staf intelijen kedubes di Washington. AS juga menutup Konsulat Jenderal Rusia di Seattle.


(CNNIndonesia.com)
Powered by Blogger.