Header Ads

15 SMA/SMK Ikuti Binluh Penanggulangan Narkoba Dan Penyakit Menular Seksual (PMS)


KAJEN –  Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang harus diselamatkan dari narkoba dan seks bebas,untuk itu Pemkab. Pekalongan menggelar acara Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) Penanggulangan Narkoba, Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV Aids  kepada Para Pemuda/Pelajar Kabupaten Pekalongan Tahun 2018,Rabu (21/3).

Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa masa depan suatu bangsa ada dipundak para generasi muda sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu menurut Wakil Bupati, kalau kita ingin bangsa ini tetap eksis maka generasi mudanya harus sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mampu bersaing dan mampu menyesuaikan dengan perubahan jaman dan tentunya harus benar-benar bebas dari narkoba. 

“Ayo jadikan ini sebagai gerakan untuk memberantas narkoba. Isilah hari-hari kalian untuk melakukan kegiatan yang positif. Kobarkan komitmen untuk memberantas narkoba,” ajak Wabup.

Lebih lanjut Wakil Bupati menambahkan, dampak narkoba sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa, bukan hanya kesehatan, tetapi juga penyakit menular seksual yang didalamnya termasuk HIV Aids yang belum ada obatnya akan mengancam. Disamping itu, masalah ekonomi, budaya, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia juga akan terpengaruh.

 “Adik-adik adalah orang-orang pilihan dari sekian orang untuk mengikuti kegiatan ini, dengan harapan kalian akan menjadi pelopor didalam memerangi narkoba dan menyampaikan kembali pada teman dan lingkungan kalian. Selain itu juga memberikan penyuluhan pada para penderita Aids,” ujar Arini.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Kabupaten Pekalongan Trisno Suharsanto, SE, MSi dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang digelar di Gedung Korpri Kabupaten Pekalongan ini diikuti oleh 75 orang siswa yang terdiri dari 15 SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan. 

“Tujuannya untuk memberikan pemahaman bagi adik-adik pelajar terkait masalah narkoba, apa itu narkoba, bahaya narkoba, jenis-jenis narkoba dan juga untuk memberikan pemahaman penyakit menular seksual HIV/Aids,” jelas Trisno.

Harapannya, lanjut Trisno, mereka para pelajar ini setelah mendapat bimbingan dan penyuluhan ini nantinya bisa menjadi pelopor di sekolah masing-masing untuk gerakan anti narkoba dan juga mampu memberikan informasi pada teman-temannya terkait penanggulangan HIV/Aids.
Powered by Blogger.