Header Ads

Tiga Desa Di Bojong Terdampak Perluasan Jalan Tol

KAJEN - Perwakilan dari warga tiga desa di Kecamatan Bojong, masing-masing Desa Babalan Kidul, Bojong Minggir, dan Karangsari dihadirkan dalam  Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Penambahan Luasan Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa di Kabupaten Pekalongan, yang diselenggarakan di aula lantai 3 Gedung Setda, Selasa sore kemarin (13/2).

Penambahan luas pembangunan jalan tol tersebut, untuk kegiatan lanjutan pembuatan simpang susun atau interchange pada ruas Bojong. 

Asisten Pemerintahan Pemkab Pekalongan, Ali Riza, yang mewakili Bupati Asip Kholbihi,mengatakan bahwa penambahan luasan pembangunan jalan tol Pemalang Batang di Kabupaten Pekalongan, merupakan sebuah kondisi perkembangan untuk membuat simpang susun, yakni keluar masuk jalan tol melalui ruas Bojong.

"Warga tiga desa tersebut (babalan kidul,bojong minggir dan karangsari), merupakan pihak yang berhak atas tanas, untuk perluasan kegiatan pembangunan jalan tol ruas Jawa di Kabupaten Pekalongan," katanya.

PPK pembangunan jalan tol Pemalang Batang, Usman Muchtarom, usai kegiatan mengatakan bahwa penambahan luasan tersebut dilakukan sesuai dengan perencanaan awal, termasuk memfasilitasi usulan daerah, sesuai dengan mekanisme dan jadwal yang ditentukan.

Sementara itu Hendro Diono, tim persiapan pengadaan tanah Provinsi Jawa Tengah, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pengadaan tanah diawali dengan persiapan, kemudian penetapan lokasi. Untuk pelaksanaan pengadaan tanah dilakukan oleh BPN, selanjutnya diidentifikasi, diukur, dan sebagainya.

"Semuanya dilakukan secara transparan melalui sosialisasi terlebih dahulu, kemudian saat pengukuran warga yang berhak atas tanah harus hadir supaya menyaksikan dan menunjukkan batasan tanah mereka dihadapan BPN selaku pihak yang berwenang. Jadi semuanya dilakukan terbuka, agar tidak memunculkanprasangka buruk," jelas Hendro. 
Powered by Blogger.