Header Ads

Seorang Wanita Paruh Baya Edarkan Uang Palsu !

KAJEN – Seorang wanita paruh baya ditangkap aparat Polsek Wonopringgo lantaran mengedarkan uang palsu,Rohyati Binti Bakrun (48) Wiraswasta, Warga Dk.  Kedung Randu Rt.04 Rw.02 Ds.  Getas Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan,ditangkap setelah membelanjakan uang palsunya,pada Kamis sore kemarin (4/1).
Kasubbag Humas,AKP M Dahyar menjelaskan bahwa tersangka beraksi  pada hari Sabtu (16/12) sekitar pukul 06.00 wib di toko "MURNI JAYA" Jalan Raya Wonopringgo Desa  Pegaden Tengah Kecamatan  Wonopringgo Kabupaten  Pekalongan.

"Tersangka datang ke toko korban untuk membeli bensin satu liter,kemudian tersangka membayar dengan satu lembar uang pecahan Rp.  100.000,- (Seratus ribu rupiah),dan diberikan kembalian uang receh sebesar Rp.  90.000,- ( Sembilan Puluh ribu rupiah)."

Selang tidak lama sekira pukul 09.00 wib Korban  menyuruh suaminya untuk belanja bensin di SPBU.Sepulang dari belanja bensin, suami Korban mengatakan jika ada satu lembar uang seratus ribuan yang ternyata palsu.dan diketahui uang tersebut adalah milik tersangka.

Sementara Kapolsek Wonopringgo,AKP Aries Tri Hartanto mengungkapkan bahwa Tersangka ditangkap setelah mendapatkan laporan dari warga.
"Tersangka berhasil diamankan saat melintas di Jalan Raya Jetak Lengkong Wonopringgo Kecamatan Winopringgo,kita geledah dan menemukan 37 lebar uang palsu."
Selanjutnya aparat menggledah rumah tersangka yang ternyata sudah mendaftar haji dan sudah melakukan 3 kali manasik haji,dan menemukan barang bukti lainnya berupa sejumlah 37 lembar uang palsu baik seratus ribuan maupun limapuluh ribuan.

"Berdasarkan keterangan tersangka,tersangka mendapatkan uang dari luar kota dengan membeli uang palsu senilai Rp 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) dengan harga Rp.10.000.000,-(Sepuluh juta rupiah),kemudian diedarkan untuk belanja di pedagang,kemudian jika ada kembaliannya maka uang kembalian itu yang dikumpulkan oleh tersangka."

Tersanga dijerat pasal  UU No.7 Tahun 2011 Pasal 36 Ayat 2 dan 3 Juncto Pasal 245 dan juncto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Powered by Blogger.