Header Ads

Ratusan Warga Kutosari Demo,Tuntut Penutupan Galian C


KAJEN - Sekitar 400an warga Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan melakukan aksi damai atau unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan,mereka menolak adanya Galian C di sungai blimbing desa pododadi/kutosari,Pada pukul 13.00 wib,Rabu (10/1).

Mereka melakukan orasi dengan menggunakan toa dan membentangkan spanduk yang bertuliskan antara lain 'jangan usik sungai kami','desa kutosari harga mati tolak galian c',dan 'tutup sekarang galian'.

Pihak DPRD yang di terima oleh Komisi C menerima perwakilan untuk dilaksanakan audensi di ruang komisi C. Selain anggota Komisi C,hadir pula Camat Karanganyar ,Kades Kotosari,Perwakilan Kesbangpol,Perwakilan Dinas LH dan perwakilan warga sebanyak 9 orang.

Dalam audensi tersebut perwakilan massa menyampaikan beberapa tuntutan yaitu menolak galian C di sungai Blimbing baik di wilayah Desa Kutosari / Pododadi dan segera di tutup,Mengembalikan material ke sungai yang telah diambil oleh pengusaha,Apabila dari pengusaha tadak mengembalikan material sungai maka warga Desa Kutosari akan mengembalikan secara swadaya. 
 
"Kami menolak galian c karena akan berdampak merusak lingkungan seperti banjir pada saat musim hujan , seperti pada tahun tahun sebelumnya dan kekeringan pada saat musim kemarau sehingga tidak bisa mengairi sawah."

Menanggapi hal tersebut pihak Dinas LH menyampaikan bahwa hasil pengecekan pada tanggal 03 Januari 2018 dengan PSDA propinsi dan ESDM bahwa saat itu juga penambangan di hentikan sambil menunggu kajian lebih lanjut.

Sementara dari Komisi C yang di sampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo mengatakan kepada Dinas LH untuk menarik rekomendadi UKL / UPL ke PSDA propinsi dan membuat surat pembatan UKl /UPL.
 
"Nanti dari pihak Komisi C akan mengantar surat tersebut ke Propinsi dan saat ini pihak DPRD belum bisa memutuskan penutupan secara tetap namun menunggu dari Dinas PTSP propinsi karena DPRD sifatnya hanya memfasilitasi , dan untuk pihak Sat Pol PP agar membuat segel penutupan sambil menunggu proses selanjutnya."

Adapun hasil audiensi tersebut yaitu bahwa untuk sementara pihak Sat Pol PP menutup / menyegel dengan memasang plank penutupan sementara atas hasil kajian dari Dinas terkait ( LH, ESDM DPU Taru). 

Setelah selesai audiensi,warga langsung kembali kerumah-masing-masing dengan aman tertib dan lancar.
Powered by Blogger.