Header Ads

Perjanjian RI-Australia Tahun 1972 Dinilai Cacat Hukum

imageKUPANG - Penulis Buku Skandal Laut Timor,Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta Ferdi Tanoni mengungkapkan Indonesia telah diperdaya Australia dalam perjanjian 1972 untuk mengusai Laut Timor dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan nasional Australia.

"Apapun alasannya, perjanjian RI-Australia tahun 1972 harus dibatalkan karena cacat hukum," kata Tanoni mengutip pengakuan Hugh Wyndham, mantan Kepala Biro Hukum Kementerian Luar Negeri Australia kepada wartawan di Kupang, Senin (15/1).

Tanoni dalam penjelasannya menyebutkan juga bahwa sebagai konsekuensi logis dari perubahan geopolitik yang sangat signifikan di kawasan Laut Timor dengan lahirnya Timor Leste sebagai sebuah negara baru, maka seluruh perjanjian RI-Australia di Laut Timor haruslah dibatalkan dan dirundingkan kembali secara trilateral bersama Timor Leste.

Namun, Wyndham dalam artikelnya 'Revisiting the 1972 seabed boundary negotiations with Indonesia--Meninjau ulang negosiasi batas dasar laut tahun 1972 dengan Indonesia, yang dipublikasikan oleh The Interpreter milik Lowy Institute Australia yang bermarkas di Sydney Australia, juga mengatakan bahwa sangat berisiko untuk menanamkan motivasi kepada aktor di masa lalu seolah-olah mereka diberi tahu oleh fakta atau pemikiran yang baru lahir bertahun-tahun kemudian.

Dalam artikel tertanggal 12 Januari 2018 tersebut, menurut Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Australia itu, Wyndham mengatakan, tidak bisa mengatakan dengan pasti yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun bahwa Indonesia pada suatu waktu kedepan berada dalam posisi untuk menyimpulkan perjanjian dengan Australia untuk menutup celah di batas dasar laut bagian selatan yang waktu itu masih Timor Portugis.


(Sumber : Suaramerdeka.com)
Powered by Blogger.