Header Ads

Klarifikasi Pihak PDAM Kabupaten Pekalongan Terkait Dugaan Kasus Korupsi

KAJEN - Terkait Kasus Dugaan Korupsi PDAM Kabupaten Pekalongan yang kasusnya kini ditangani oleh satreskrim Polres Pekalongan,Direktur PDAM Tirta Kajen, Imam Sulistiyo mengklarifikasi kepada wartawan bahwa memang ada dugaan tersebut. Namun pihaknya juga sudah mengklarifikasi sejelas-jelasnya permasalah tersebut kepada para pegawainya.

"Memang sudah ada beberapa yang dipanggil yaitu  mereka yang melaksanakan jaringan tersebut. Yang jelas kalau di sisi arti korupsi merugikan keuangan negara, ada yang dirugikan juga. Nah kalau kasus jaringan tersebut itu semua pendanaan dari perumahan karena itu pengembangan kemudian membuat jaringan sendiri."

Walaupun memang dalam pengerjaannya dilakukan oleh orang PDAM,namun semua itu tidak ada surat perintah kerja.
"Jadi tidak ada pendanaan dari PDAM baik uang atau barang, sehingga dari sisi lain PDAM tidak dirugikan karena pendanaan itu dari pengembang perumahan."

Dijelaskan selanjutnya pekerjaan yang sudah digarap selesai, kemudian dari Pengembang dihibahkan ke PDAM dan ada surat hibahnya, atau penyerahan aset. 

"Maka dari sisi korupsi tersebut dari Pihak PDAM tidak ada yang dirugikan karena yang punya pekerjaan itu pengembang bukan pekerjaan PDAM. Namun perluasan jaringan atau aset itu sudah 
diserahterimakan ke PDAM. Jadi tidak ada double anggaran, artinya pengembang membiayai dan PDAM tidak membiayai, itu mutlak dari pengembang perumahan."

Imam juga menunjukan berita acara serah terima aset Perumahan Mekar Agung Risidence kepada PDAM Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan,dengan nilai aset dihibahkan adalah Perumahan Kwayangan Rp 50 juta dan di Perum Mekar Agung, Desa Kebunagung, Kecamatan Kajen Rp 30 juta. 
Powered by Blogger.