Header Ads

697 Mahasiswa Unikal,KKN Satu Bulan Penuh Di Kabupaten Pekalongan

KAJEN Para mahasiswa Unikal akan melakukan KKN mulai tanggal 9 Januari hingga 8 Februari 2018 di Kabupaten Pekalongan. Selama di lapangan, selain mengajar, mahasiswa yang berjumlah 697 tersebut juga belajar studi oleh dosen pembimbing untuk melaksanakan program-program konkrit yang berkaitan dengan pengembangan Kampung KB.

Hal itu terungkap saat pelepasan Mahasiswa Unikal oleh Rektor Unikal H. Suryani, SH., M.Hum dan diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si. Acara serah terima mahasiswa Unikal KKN berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan Jl. Merapi I Kajen, Selasa (9/1)

Jumlah mahasiswa yang megikuti KKN Tahun Akademik 2017/2018 sebanyak 697 mahasiswa yang berasal dari program studi (prodi) Manajemen 187 mahasiswa, prodi Akuntansi 53 mahasiswa, prodi Hukum 5 mahsiswa, prodi Perikanan 36 mahasiswa, prodi Pertanian 16 mahasiswa, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat 78 mahasiswa, Keperawatan 46 mahasiswa, Matematika 79 mahasiswa, Bahasa Indonesia 121 mahasiswa, Bahasa Inggris 67 mahasiswa dan mahasiswa dari Brunei Darussalam 9 orang.

Lokasi KKN berada di 78 Dukuh Kampung KB di 13 Kecamatan Kabupaten Pekalongan. Dari 13 Kecamatan dipilih 2 Desa dan di masing-masing Desa dipilih 3 Dukuh atau 3 kelompok KKN, masing-masing kelompok terdiri dari 8 hingga 9 mahasiswa. Lokasi KKN masing-masing di Kecamatan Wonokerto, Talun,  Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Bojong, Karanganyar, Paninggaran, Kajen, Buaran, Kesesi, Sragi dan Karangdadap.

Dwi Edi Wibowo, SH., MH dalam laporannya menyampaikan Tahun Akademik 2017/2018 Unikal menyelenggarakan KKN Tematik Kampung KB dengan tema Penguatan Kampung KB Menuju Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat. Melalui KKN Kampung KB ini mahasiswa diharapkan dapat memberikan problem solving yang dialami oleh masyarakat setempat sehingga masyarakat mampu mengatasi masalah sehari-hari secara mandiri.

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa program yang dikembangkan dalam KKN Tematik Kampung KB antara lain meliputi program kependudukan, keluarga berencana menuju keluarga kecil berkualitas, meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern, ketahanan keluarga melalui bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, PIK. “Kegiatan KKN Tematik Kampung KB juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelajaran berharga untuk mengasah ketrampilan, wawasan dan daya nalarnya terutama didalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Edi.

Sementara itu, Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan sangat membutuhkan bagaimana masyarakat Kabupaten Pekalongan diedukasi, kemudian didampingi, dikasih/transit ilmu. Hal ini karena Bupati menyadari pihaknya sebagai Bupati Pekalongan kurang lebih 1,5 tahun masih banyak indikator pembangunan yang masih mesti kita perjuangkan secara serius. Indikator pembangunan itu ada 8, salah satunya adalah indeks pembangunan manusia (IPM). Kabupaten Pekalongan ini IPMnya adalah 67 koma sekian. Rata-rata di eks Karesidenan Pekalongan, IPM kita ini tertinggi, kalah dengan Kota Pekalongan IPMnya 72, Kota Tegal 72 juga, Batang 66 dan paling rendah Kabupaten Brebes 63.
Powered by Blogger.