Header Ads

100 Orang Lebih Menjadi Korban Dalam Ledakan Di Suriah

Korban Ledakan di Suriah Bertambah Jadi 34 OrangJakarta - Aktivis kemanusiaan Syrian Observatory for Human Rights mengungkapkan korban ledakan membidik markas faksi pemberontak di Idlib bertambah menjadi 34 orang, dan korban luka-luka mencapai 100 orang, Senin (8/1).

"Pengeboman Minggu malam membidik Ajnad al-Koukaz, kelompok milisi yang terdiri atas petarung asing kebanyakan Kaukasia dan Rusia," kata Syrian Observatory, seperti dilansir Calgary Herald, Senin (8/1).

Penyebab ledakan belum jelas, Syrian Observatory menyatakan kabar yang beredar simpang siur. Ada yang mengatakan ledakan yang mengguncang Distrik Thalatheen itu disebabkan bom mobil, ada pula yang menyebut serangan drone.

Mobil-mobil ambulans langsung dikerahkan ke lokasi ledakan dan tim penyelamat terus mencari jenazah, maupun menyelamatkan korban luka dari balik reruntuhan gedung dan perumahan di sekitarnya. Sebagian besar korban adalah para pemberontak, dan 18 warga sipil. Beberapa korban lain belum terhitung.

Tim tanggap darurat White Helmets menyatakan di antara 25 korban tewas terdapat empat anak-anak dan 11 perempuan.

Provinsi Idlib adalah wilayah yang kuasai pemberontak di Suriah. Terletak di perbatasan Turki, yang diduga mendukung pemberontak terhadap Presiden Suriah Bashar Al-Assad.


Tentara Suriah dan sekutunya melancarkan serangan untuk merebut kembali Provinsi Idlib dan Hama, Oktober lalu. Sejak itu terus meraih banyak kemenangan.

Pasukan pemberontak utama di Idlib, adalah Tahrir al-Sham, yang dipelopori bekas afiliasi Al Qaeda di Suriah. Sebelumnya bernama Front Nusra.

Tentara Suriah kehilangan Idlib saat ibu kotanya jatuh ke tangan pemberontak pada 2015. Idlib menjadi satu-satunya provinsi yang berada di bawah kendali oposisi.

(Sumber : CNN Indonesia)
Powered by Blogger.