Header Ads

Jembatan Penghubung Antar Desa Di Kesesi Longsor

KAJEN - Cuaca ekstrim di Kabupaten Pekalongan, yang terjadi sejak sepekan lalu, dengan hujan lebat disertai angin kencang, mengakibatkan Jembatan Layan Kali Gosek, penghubung di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi dengan Desa Bulaksari Kecamatan Sragi longsor, sehingga kegiatan masyarakat mengalami gangguan pada jalur transportasinya.
 
Terhadap kondisi demikian, Sabtu (02/12) kemarin lusa, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan, langsung melakukan tindakan mendatangi lokasi tersebut dan menjumpai masyarakat yang terisolir.
 
Pasalnya, jembatan longsor sudah sepekan dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat dan mengakibatkan transportasi dari lokasi dan menuju lokasi tersebut, harus dilakukan memutar dengan jarak tempuh lebih panjang yakni 1 km.
 
Pada kesempatan mendatangi jembatan tersebut, Bupati Asip mengatakan bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan vital di Desa Pantirejo, sebagai penghubung antar desa dan kecamatan lain. Sehingga menuntut segera dilakukan penanganan.
 
"Ini jembatan kali gosek terkena longsor, dan merupakan jembatan vital karena dibutuhkan oleh masyarakat banyak, dan sebagai akses keluar masuk Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi dan Desa Bulaksari Kecamatan Sragi, sehingga butuh ditangani segera, agar masyarakat tidak terisolir," katanya.
 
Kendati jembatan tersebut merupakan kewenangan dari pihak provinsi, namun bupati menyatakan, karena tingkat kebutuhan masyarakat tinggi, maka pihaknya akan menangani jembatan sementara secara cepat darurat terlebih dahulu.
 
Sementara Kepala Desa Pantirejo, Hamka, menambahkan bahwa jembatan tersebut merupakan akses pendidikan, perdagangan, pertanian dan peternakan. Karena masyarakat setempat merupakan, petani, pedagang, dan peternak.
 
Jembatan tersebut longsor sejak sepekan lalu, Minggu (26/11) dan tidak dapat digunakan, sehingga sejak saat itu, aktivitas masyarakat dilakukan memutar di desa lain dengan jarak tempuh mencapai 1 km. "Sudah sejak Minggu lalu masyarakat aktivitasnya memutar, karena tidak dapat menggunakan jembatan ini," ungkap Hamka.
Powered by Blogger.