Header Ads

Uni Eropa Ajak Suu Kyi Negosiasi soal Rohingya

Federica Mogherini.
Federica Mogherini  (Reuters/Francois Lenoir)
Jakarta - Diplomat tertinggi Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan akan membahas cara mengakhiri krisis Rohingya dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, saat keduanya bertemu di Yangon hari ini, Senin (20/11)

Mogherini mengatakan kunjungan delegasi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu merupakan kesempatan untuk berbicara dengan Suu Kyi terkait tindakan keras militer yang membuat sekitar 620 ribu Muslim Rohingya terusir dari negara dengan penduduk mayoritas Buddha itu.

Mogherini dan sejumlah menteri dari Asia dan Eropa mengunjungi kamp di perbatasan Bangladesh dengan Myanmar itu dan mendengar kesaksian menyedihkan dari masyarakat Rohingya yang terusir di sana sebelum bertemu dengan Suu Kyi.

Para pemimpin sipil Myanmar tengah dihadapkan pada kemarahan global atas kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine yang memicu eksodus menuju Bangladesh. 


Bangladesh dan Myanmar telah sepakat secara prinsip untuk memulai repatriasi masyarakat Rohingya, meski masih berdebat soal detailnya.

Dhaka telah meningkatkan upaya untuk menekan Myanmar secara diplomatik agar kembali menerima para pengungsi. Negara yang mesti menerima para korban kekerasan itu juga telah menerima delegasi dari Kongres AS dan China sejak Sabtu pekan lalu.

Telah mengakomodasi lebih dari 200 ribu Rohingya sebelum eksodus terkini, Bangladesh sangat mengharapkan bantuan dari China, yang merupakan sekutu dekat Myanmar, dalam mengatur pemulangan para pengungsi. 


Mogherini mengatakan upaya repatriasi itu merupakan langkah kunci yang mesti didukung.

"Pemerintah Bangladesh tengah bernegosiasi dengan pemerintah Myanmar. Kami berharap bisa membantu mencari solusi yang bisa dipertahankan," ujarnya.

(Sumber : CNN Indonesia)
 
Powered by Blogger.