Header Ads

Teknologi Baru Bisa 'Menciptakan' Hewan Ternak Sesuai Keinginan

Ilmuwan Hewan dan Bioteknologi, Alison Van Eenennaam dengan dua ekor sapi.
Ilmuwan Hewan dan Bioteknologi, Alison Van Eenennaam dengan dua ekor sapi. (Foto: Aleksandra Domanovi and Spencer Lowell, University of California Davis.)

Melbourne - Saat ini baru ada satu hewan yang telah melewati modifikasi genetik untuk dikonsumsi umat manusia.
Gen dari salmon dari jenis yang dikenal sebagai 'Atlantic Salmon', telah diubah agar bisa berkembang biak lebih cepat.
Untuk memodifikasinya, butuh waktu lebih dari 20 tahun, termasuk melewati berbagai rintangan, hingga akhirnya dapat dikonsumsi di Kanada, dan selanjutnya di Amerika Serikat.

"Di AS, badan administrasi makanan dan obat-obatan telah menganggap sebagai produk yang aman," ujar Dr Mark Tizard, senior ilmuwan dari badan peneliti CSIRO di Australia.
Soal membutuhkan waktu dan biaya besar, Dr Tizard mengatakan dua hal ini membuat khawatir sejumlah produsen hewan.

Dr Alison Van Eenannaam dari University of California Davis, di Amerika Serikat, mengatakan mungkin manusia lebih menerima modifikasi pada tanaman, tapi tidak pada hewan.
"Tanaman hanya dianggap sebagai tanaman, tidak bergerak, tidak bergerak dan tidak makan, kita menganggap tanaman tidak merasakan sakit," ujar peneliti senior tersebut yang berasal dari Melbourne.
"Hewan dianggap memiliki perasaan, apa yang akan mereka pikirkan... mereka punya mata, dan kita bisa melihat jiwa mereka."

Kini, sudah tersedia teknologi dan teknik baru untuk memodifikasi gen dengan lebih cepat, murah, dan akurat, dibanding teknik modifikasi gen sebelumnya.
Namanya adalah CRISPR, kepanjangan dari clustered regularly interspaced short palindromic repeats.

"Teknologi [CRISPR] bisa membuat kita mengubah DNA dan genetik dengan lebih cepat dan lebih akurat," ujar Dr Tizard.
(Sumber : Detik.com)
Powered by Blogger.