Header Ads

Tanamkan Nilai Kearifan Lokal,Bupati Gelar Kemah Budaya

KAJEN – Dalam upaya membangun watak bangsa yang berkualitas dan kuat khususnya bagi generasi muda melalui nilai-nilai kearifan lokal, maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan “Kegiatan Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK se Kabupaten Pekalongan”, dimana pada tahun 2017 ini memasuki penyelenggaraan yang ke VI. 
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si , Senin (6/11/2017) sore. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari yakni Senin s.d. Rabu (6 s.d. 8 November 2017),  bertempat di Lapangan Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan.
 
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas diselenggarakkannya kegiatan Kemah Budaya Pelajar. Menurutnya, kegiatan sangat bagus karena untuk nguri-nguri budaya yang kita miliki.”Adik-adik SMA/SMK perlu tahu bahwa sekarang budaya kita ini banyak yang diambil oleh negara lain. Contohnya batik, hampir diakui oleh negara Malaysia. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat tepat untuk menggelorakan kembali semangat untuk mencintai budaya kita sendiri,” kata Bupati.
 
Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa kita harus senantiasa menanamkan kembali budaya apapun yang kita miliki dan harus kita jaga bersama-sama agar tidak diambil oleh orang/ negara lain. “Untuk itu, ikhtiar untuk mempertahankan itu, bisa kita ciptakan melalui kegiatan kemah budaya pelajar ini,” tuturnya.
 
Bupati mengharapkan kegiatan serupa dapat terus-menerus ditingkatkan baik berupa kegiatan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan baik untuk siswa maupun dalam rangka untuk meningkatkan prestasi khususnya siswa-siswa SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan di tingkat  Jawa Tengah.   
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Hj. Sumarwati, M.Pd dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Kemah Budaya Pelajar menerapkan metode pembelajaran multikultural yang berwawasan seni budaya, yang berorientasi pada proses, dikemas dalam suasana  menyenangkan. 
 
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi positif, membentuk suatu kecintaan pada generasi muda terhadap budayanya sendiri dan dari kecintaan budaya itu sendiri menjadi suatu cerminan perilaku atau tindakan dalam kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.
 
Dijelaskan Sumarwati, maksud kegiatan adalah untuk membentuk suatu kecintaan pada generasi muda terhadap budayanya sendiri, untuk menanamkan dan meningkatkan apresiasi dibidang seni budaya.
 
Disampin itu, lanjut Sumarwati, kegiatan juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya, solidaritas sosial, kekeluargaan dan cinta tanah air melalui seni budaya,  untuk menumbuhkankembangkan rasa kebangsaan yang cinta terhadap seni budaya bangsa sendiri, dan untuk membina kedisiplinan dan tanggung jawab serta kerja sama di kalangan peserta didik.
 
Kegiatan Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK Tahun 2017 yang bertemakan “Pendidikan Berbudaya Dalam Membangun Rasa Kebhinekaan” mencakup Guyub Rukun Wejang Budaya, Apresiasi Seni Pertunjukan, Pelatihan Seni Budaya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari dan Seni Sastra), Pergelaran Apresiasi Kreativitas Seni Budaya, dan Jelajah potensi lokal, serta Diskusi Budaya (MGMP Seni Budaya SMA dan SMK).
 
Peserta kegiatan Kemah Budaya adalah Pelajar SMA dan SMK dari masing-masing sekolah yang ditunjuk, diutamakan yang bertalenta serta berwawasan seni budaya. Masing-masing sekolah mengirimkan 5 (lima) siswa, terdiri dari 2 (dua) putra dan 3 (tiga) putri atau sebaliknya serta didampingi Guru Pendamping (Guru Seni Budaya).
 
Kegiatan Kemah Budaya adalah Pelajar SMA dan SMK sore itu dimeriahkan oleh tampilan seni tradisional dari Paguyuban Sokoaji Desa Sokoyoso Kecamatan Kajen yang menghibur seluruh undangan dan masyarakat sekitar lapangan Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap sore itu.
Powered by Blogger.