Header Ads

Perdana Menteri Lebanon Mengundurkan Diri Karena Merasa Terancam Akan Dibunuh

Hasil gambar untuk foto perdana menteri Lebanon 
Beirut - Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengundurkan diri pada hari Sabtu (4/11).  Hairi menyampaikan pengunduran dirinya dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi. Dia juga menuding Iran dan Hizbullah yang berencana melakukan pembunuhan terhadap dirinya.

Hariri menuduh Iran dan sekutu Lebanonnya, Hizbullah, menabur perselisihan di dunia Arab. Dalam komentar yang ditujukan ke Iran, dia mengatakan bahwa dunia Arab akan memotong rencana jahat Iran dan Hizbullah.

"Saya ingin memberitahu kepada Iran dan pengikutnya bahwa mereka akan kalah dalam intervensi di urusan internal negara-negara Arab," tegasnya.

Dirinya juga mengatakan iklim politik di Lebanon sama seperti tahun 2005. Di mana pada tahun itu, ayah Hariri tewas dalam rencana pembunuhan. Ayah Hariri ialah Mantan PM Lebanon Rafik Hariri.

"Saya merasakan ada orang yang diam-diam menginginkan saya mati," tuturnya.

Televisi Al Jadeed yang berbasis di Beirut melaporkan, pernyataan pengunduran diri Saad dibuat dan disiarkan dari ibukota Saudi, Riyadh.

Sementara itu, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan telah menerima telepon terkait penguduran diri Hairri dari luar Lebanon. Aoun  mengaku menantikan kembalinya Hariri untuk mendengar langsung penguduran diri Perdana Menteri tersebut.


Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri pada akhir 2016 dan memimpin kabinet persatuan nasional yang mencakup kelompok Hizbullah. Pemerintahannya dianggap cukup berhasil melindungi negara dari dampak perang yang terjadi di Suriah.
(Sumber : detik.com dan CNN Indonesia)
Powered by Blogger.