Header Ads

Pelaku Penembakan Brutal Di Gereja Texas adalah Seorang Pecatan Tentara

Penembak Gereja di Texas Kabur dari Rumah Sakit Jiwa Pada 2012                                             Devin Patrick Kelley,pelaku penembakan gereja di Texas, AS

Texas- Pelaku penembakan brutal di gereja Texas, Amerika Serikat (AS), Devin Patrick Kelley pernah melarikan diri dari fasilitas kesehatan mental pada tahun 2012. Di tahun yang sama, diketahui, Kelley juga pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer Angkatan Udara AS atas kasus kekerasan dalam rumah tangga karena menyerang istri dan anak tirinya.

Dilansir Reuters, Rabu (8/11/2017) saat itu Kelley kabur dari fasilitas kesehatan mental yang berada di Santa Teresa, New Mexico. Orang yang melaporkan pelarian Kelley kemudian memperingatkan polisi bahwa dia bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kelley kemudan tertangkap basah tengah menyelinap ke bagian persenjataan di Pangkalan Udara Holloman di New Mexico. Kelley diketahui adalah seorang pecatan tentara yang pernah ditempatkan di sana.
Dia telah berusaha untuk "melakukan ancaman pembunuhan yang dilakukan (Kelley) terhadap rantai komando militernya," demikian laporan tersebut.
Kelley ditangkap di El Paso, Texas. Kemudian Kelley diserahkan ke polisi New Mexico untuk dikembalikan di fasilitas tersebut.

Peristiwa penembakan massal di gereja First Baptist Church di Sutherland Springs menewaskan seanyak 26 orang. Peristiwa penembakan yang terjadi pada Minggu (5/11) ini menempati urutan kelima yang paling mematikan oleh satu orang bersenjata dalam sejarah AS.
Kelley ditemukan tewas karena luka tembak di dalam kendaraannya usai melakukan aksi brutal tersebut. Diduga dia tewas karena bunuh diri. Direktur Regional Departemen Keselamatan Publik Texas, Freeman Martin, mengatakan ditemukan dua pucuk pistol dalam mobil tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kelley dilaporkan masuk ke dalam gereja sambil menembaki orang-orang yang sedang menghadiri kebaktian Minggu pagi. Seperti dilansir CNN, Senin (6/11), jika bukan karena seorang warga setempat yang berusaha menghadapi pelaku, korban tewas dalam insiden ini bisa lebih banyak.

Dituturkan Direktur Regional Departemen Keselamatan Publik Texas, Freeman Martin, bahwa seorang pria yang tinggal di sebelah gereja langsung mengambil senapan miliknya dan berhadapan dengan pelaku saat penembakan masih berlangsung.

"Pelaku menjatuhkan senapannya, yang merupakan senapan serbu jenis Ruger AR dan melarikan diri dari gereja," tutur Martin.

Disebutkan Martin, bahwa warga setempat yang tidak disebut namanya itu langsung mengejar pelaku yang kabur dengan kendaraannya. Situasi ini terjadi saat polisi belum tiba di lokasi penembakan.

(Sumber : Detik.com)
Powered by Blogger.