Header Ads

Pancasila dan pendidikan kebangsaan diusulkan masuk kurikulum

Pancasila dan pendidikan kebangsaan diusulkan masuk kurikulumDirektur Indonesia Institute for Society Empowerment Ahmad Syafii Mufid mengusulkan pendidikan kebangsaan dan Pancasila kembali masuk dalam kurikulum sekolah untuk membangun dan memperkuat karakter bangsa Indonesia sekaligus membendung ancaman radikalisme dan intoleransi.

Ia mengatakan, ancaman radikalisme yang memanfaatkan jalur pendidikan mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pelaku pendidikan di Indonesia.

Menurut Ahmad Syafii, penerapan kurikulum juga harus diimbangi dengan komitmen para guru untuk bersama membangun pendidikan di negeri ini dengan ilmu yang didasari cinta kasih dan saling menghormati.

"Guru juga harus jadi teladan dalam kehidupan sehari-hari para murid. Jangan guru malah mengajarkan kekerasan, apalagi mengkhianati negara," katanya.

Ketua Komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan di lingkungan sekolah harus dibangun suasana saling menghargai dan menghormati antara murid dan guru dan diwujudkan dalam pelajaran apa saja.

Harmonisasi itu, lanjut dia, sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa yang berkualitas dan kebal terhadap ajaran kekerasan dan intoleransi.

Menurut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) , perbaikan kualitas generasi bangsa harus menjadi perhatian bagi para pendidik, dan itu harus di mulai dari tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
(Antaranews.com)


Powered by Blogger.