Header Ads

Gempa Telan 450 Korban Jiwa, Iran Umumkan Hari Duka Nasional

Hasil gambar untuk foto gempa di iran 

Jakarta -- Dua hari setelah gempa 7,3 skala Richter mengguncang Iran hingga merenggut lebih dari 450 nyawa, pemerintah mengumumkan bahwa operasi penyelamatan di daerah paling terkena dampak sudah selesai dan hari duka nasional akan diselenggarakan pada Selasa (14/11).

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, mendeklarasikan hari duka nasional ini setelah menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga melalui pernyataan di kantor berita pemerintah.

Meski Kepala Badan Medis Darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand mengumumkan bahwa operasi penyelamatan di Provinsi Kermanshah sudah selesai, bukan berarti warga sudah dapat hidup tenang.

Setelah gempa, puluhan warga dilaporkan terpaksa menghabiskan malam kedua mereka di tengah udara dingin, sementara otoritas setempat mulai kehabisan pasokan kebutuhan sehari-hari.


"Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah tenda, air, dan makanan. Bangunan baru memang masih berdiri, tapi rumah-rumah tua benar-benar rata dengan tanah," ujar Kepala Garda Revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari.

Kini, pemerintah sedang berupaya membangun tenda penampungan darurat meski tanah longsor masih melanda desa-desa di sekitar pusat gempa.

Sejumlah pejabat mengatakan kepada AFP, pemerintah baru dapat menyediakan 22 ribu tenda, 52 ribu selimut, dan beberapa ton makanan juga minuman.
Kantor berita IRNA melaporkan, 30 tim Palang Merah juga sudah dikerahkan ke zona paling terdampak gempa, terutama Kota Sar-e Pol-e Zahab, di mana 280 orang dilaporkan tewas.

Sementara itu, di Irak para warga juga berduka setelah Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa tujuh orang tewas akibat gempa yang mengguncang daerah perbatasan dengan Iran itu.

Daerah Irak yang terkena dampak paling parah adalah Sulaimaniyah, di mana banyak bangunan hancur bahkan rata dengan tanah.

Saat seperti ini, para warga saling membantu dan memberikan tumpangan bagi tetangganya yang kehilangan rumah.

(Sumber : CNN Indonesia)
Powered by Blogger.