Header Ads

Australia dan Singapura Rilis Imbauan Perjalanan ke Bali

Australia dan Singapura Rilis Imbauan Perjalanan ke Bali
Bandara Ngurah Rai ditutup karena terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Agung. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Jakarta - Pemerintah Australia melalui kedutaan besarnya di Jakarta mengimbau warganya yang tengah berada di Indonesia, khususnya Pulau Bali, untuk waspada menyusul peningkatan status Gunung Agung menjadi level IV (awas) pada Senin (27/11) pagi.

"Mohon, tetap berada di zona ekslusi yang telah ditetapkan otoritas setempat yang berkisar sekitar lebih 7,5 kilometer dari kawah gunung. Hubungi keluarga dan kerabat di Australia untuk memberitahu keadaan dan keberadaan Anda," bunyi imbauan kedubes Australia melalui situs resminya.

Pemerintah Australia pun turut mengimbau warganya untuk merencanakan kemungkinan tidak bisa meninggalkan Bali dalam waktu dekat dengan mempersiapkan akomodasi darurat selama bandara ditutup.


"Warga juga diimbau untuk terus memantau perkembangan status Gunung Agung melalui media lokal serta sumber lainnya seperti BNPB (Badan Nasional Pengendalian Bencana), dan menaati kebijakan otoritas setempat terkait situasi ini," kata kedubes Australia

Imbauan sama juga dikeluarkan Singapura melalui situs Kementerian Luar Negeri mereka.

Aktivitas Gunung Agung kembali terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah terjadi erupsi magmatik pada Minggu (26/11). Asap tebal dan abu vulkanik membumbung setinggi 3000 meter dari puncak gunung, dan juga dentuman keras masih terus terdengar.

Zona aviasi juga sudah berubah menjadi merah. Beberapa maskapai pun membatalkan penerbangan mereka dari dan ke Bali. Puncaknya, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup pada Senin pagi akibat gangguan asap dan abu vulkanik Gunung Agung.


Sejumlah maskapai dari dan menuju Bali pun dibatalkan. Virgin Australia dan AirAsia merupakan sejumlah maskapai yang membatalkan sejumlah penerbangan dari serta menuju Bali dan Lombok. Biro Meteorologi Australia pun melaporkan erupsi Gunug Agung "diperkirakan akan terus berlangsung" untuk beberapa waktu ke depan.

Selain Australia, sejumlah negara lain seperti Rusia, Amerika Serikat, dan China juga dalam beberapa hari terakhir telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya ke Bali.

Beberapa negara juga meminta warganya yang tengah berada di Bali untuk bersiap "menghadapi kemungkinan terdampar" di Bali karena akses trasportasi yang ditutup sementara waktu sampai situasi Gunung Agung kembali kondusif.
 

(Sumber CNN Indonesia) 
Powered by Blogger.