Header Ads

Apel Hari Santri Di Kota Santri

 KAJEN – Ribuan santri, pelajar dan mahasiswa serta badan otonom Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengikuti kegiatan apel Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Alun-alun Kajen,Minggu (22/10).
Bupati dalam membacakan sambutan tertulis Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengingatkan kepada para santri tentang pentingnya mencintai sesama anak bangsa, apa pun latar belakangnya. “Tidak boleh ada permusuhan kecuali kepada pelanggar hukum, teroris, bandar pijat, bandar narkoba,” kata Said Aqil.
Ketua PBNU menuturkan, salah satu peran besar santri dalam perjuangan kemerdekaan adalah resolusi jihad yang dikeluarkan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, di Jawa Timur. Tanpa itu, tak ada perlawanan melawan penjajah Belanda di Surabaya.
“Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad, yakni hukumnya melawan penjajah adalah fardu ‘ain. Tanpa resolusi jihad, tidak akan ada gerakan 10 November di Surabaya yang diperingati menjadi hari pahlawan,” tutur dia.
Dalam apel hari santri tersebut, dilaksanakan pembacaan dan penandatanganan deklarasi “Santri Mendukung Kabupaten Pekalongan Bebas Narkoba” yang diwakili oleh para “Lurah Santri” Ponpes Walindo, Ponpes Nurul Huda, Ponpes Baitul Muqoddas, Ponpes Tarbiyatul Mutadi’in, dan Ponpes Al Utsmani. Selain itu, juga Bupati beserta tamu undangan lainya melakukan tandatangan sebagai dukungan deklarasi oleh para santri tersebut.
    Usai penandatanganan deklarasi, berkenan Bupati Pekalongan menyampaikan sambutan. Dimana dalam sambutannya, Bupati menyampaikan hari ini merupakan tahun ketiga peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan hari itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional diperingati sebagai bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan.
Saya atas nama Pemerintah beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan berikhtiar mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang bebas narkoba. Seperti apa yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj bahwa musuh besar negara ada dua yaitu korupsi dan narkoba,” ujar Bupati. 
Bupati menuturkan, Narkoba hari ini sudah masuk ke desa-desa. Oleh karena itu kita harus waspada, bersinergi dengan seluruh pihak. “Momentum Hari Santri ini mari kita jadikan ikhtiar awal  untuk bersama-sama berusaha, bekerjasama, bekerja keras dan saling menyayangi terhadap generasi-generasi kita yang menjadi korban, kemudian mencegah agar santri menjadi kekuatan garda terdepan pencegahan narkoba di Kabupaten Pekalongan,” ajak Bupati kepada seluruh yang hadir.
Usai pelaksanaan apel di alun-alun, dalam rangka untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional, digelar pula karnaval yang dilepas oleh Bupati Pekalongan. Karnaval diikuti oleh seluruh peserta apel yang terdiri dari sekolah-sekolah SMP/MTs, sekolah SMAK/MA, Ponpes, Madin, TPQ dan drumband.
Powered by Blogger.