Header Ads

Pemkab Pekalongan Intensifikasikan Pertanian Demi Jaga Stabilitas Swasembada Beras

KAJEN - Lahan pertanian dikabupaten pekalongan memang masih cukup luas,sehingga bukan hal yang aneh jika Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai  salah satu daerah di Jawa Tengah yang telah swasembada beras. Kapasitas produksinya setiap masa panen mampu mengasilkan antara 20 ribu hingga 45 ribu ton beras. Produksi ini mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat kabupaten Pekalongan  dan  sekitarnya.

"Oleh  karena itu,  untuk tetap menjaga stabilitas swasembada beras, Pemkab akan mendorong  petugas penyuluh pertanian untuk terus menerus melakukan intensifikasi dan diversifikasi pertanian sehingga bidang pertanian kita semakin maju dan menjadi lumbung nasional" ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi  di area persawahan Kecamatan Kesesi.Minggu pagi (16/7).

Diterangkan bahwa  Kabupaten Pekalongan sebagai lumbung pangan ini dikenal sejak jaman Mataram dulu. Pada saat masa KI Ageng Cempaluk  disiapkan lahan  pertanian untuk mendukung logistik saat Mataram menyerang Batavia. Wilayah Bojong, Sragi , dan Kesesi menjadi lahan pertanian  pendukung logistik ini.

"Bukti secara tidak langsung hingga sekarang di ketiga wilayah tersebut sampai saat ini lahan pertanian masih mendominasi seluas  hingga 2/3 dari lahan untuk pemukiman."

Kebijakan Ayo Beras Petani

Dalam  rangka untuk  menyerap produksi padi,  Pemkab mengelontorkan kebijakan Ayo beli beras Petani yang telah dimulai sejak 3 bulan yang Lalu. Kebijakan ini menghimbau kepada para ASN Pemkab untuk membeli beras para petani yang tergabung pada KTNA. Program ini  ini telah mencapai 30 persen dari jumlah PNS di Kabupaten Pekalongan yang membeli beras KTNA. 

" Ini bentuk swasembada swasembada riil sehingga petani mendapat harga yang baik dan ini adalah grand design Pemkab  dalam rangka pengamanan kebijakan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," jelasnya.
Powered by Blogger.