Header Ads

Nasi Megono Jadi Rebutan Di Syawalan Linggo Asri

   
KAJEN – Ribuan pengunjung warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada h+7 atau bertepatan dengan tanggal 7 Syawal 1438 Hijriah, memadati obyek wisata Linggo Asri, Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk merayakan Hari Raya Syawal, atau 7 hari setelah Hari Raya Lebaran.Minggu (2/7).

Kegiatan diawali dengan pelepasan peserta kirab budaya termasuk sego megono gunungan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti dari halaman Kantor Kepala Desa Linggo Asri. Selanjutnya peserta kirab akan finish di obyek wisata Linggo Asri dan sego megono gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu  pagi. Di tempat ini pula telah menunggu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si  dan istri, unsur Muspida, Sekda beserta jajarannya.

Ribuan warga sengaja datang untuk berebut makanan khas daerah setempat berupa Nasi Megono dalam bentuk gunungan. Bukan hanya warga lokal saja, namun tradisi Syawalan ini juga di kunjungi oleh warga dari luar Kabupaten Pekalongan, seperti Pemalang, Batang dan Banjarnegara, bahkan ada juga yang berasal dari Semarang.

Sebelum Nasi Megono gunungan menjadi rebutan, para pengunjung di tempat wisata alam Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tarian khas pesisir pantura, yang dimainkan para seniman Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dalam sambutannya mengajak kita untuk menjadikan acara Syawalan sebagai ajang bersilaturahmi, berkumpul bersama dan saling berbagai kepada sesama.

Selanjutnya, Bupati mengharapkan pelaksanaan Syawalan untuk tahun depan temanya Berbagi Untuk Kita Semua. Pemerintah akan undang para darmawan, para augniya orang-orang Pekalongan dimanapun berada untuk memberikan sesuatu yang berharga untuk kita bagikan kepada sesama. Insya Allah tahun depan akan kita mulai. 

“Para pemilik pabrik sarung diharapkan dapat menyumbangkan sarungnya untuk para takmir dan pengurus masjid di seluruh Kabupaten Pekalongan. Kita punya 7 pabrik branding sarung dan eksportir sarung terbesar di dunia akan berbagi dengan kita,” ujar Bupati.

Demikian juga para pengrajin batik, Bulog, pabrik gula Sragi di Kabupaten Pekalongan untuk membagikan keuntungannya bagi warga Kabupaten Pekalongan. “Kita juga memiliki banyak perbankan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kita harapkan juga partisipasinya untuk berbagi untuk sesama di sini,” imbuhnya.

 Hal tersebut Bupati sangat mengharapkan karena arti Syawal dalam bahasa Indonesianya adalah Bertambah. Artinya kualitas hidup kita harus bertambah karena hari Syawalan ini. Mari kita berbagi kepada sesama pada bulan Syawal ini agar derajat keimanan kita meningkat. 

Bulan Syawal, kata Bupati, baik sekali bagi kita untuk kembali mengintrospeksi diri lagi, kita ubah kembali sikap kita untuk menjadi orang yang baik. Inilah makna Syawalan yang sudah diselenggarakan atau diciptakan oleh para wali dalam rangka mengukur kita semua ini.

“Syawalan ini maknanya adalah bulan peningkatan amal ibadah kita. Oleh karena itu mulai tahun depan akan saya canangkan bahwa Syawalan di Kabupaten Pekalongan khususnya di Linggo Asri ini mempunyai tema Berbagi Untuk Semua dalam rangka meningkatkan derajat keimanan kita kepada Allah SWT, sekaligus rasa silaturahmi kita antar sesama warga Kabupaten Pekalongan,” pungkas Bupati.

Sementara Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi diselenggarakannya Syawalan. Menurutnya, kegiatan Syawalan adalah tradisi yang bagus yang perlu dipertahankan karena mengandung beberapa makna seperti sebagai wahana untuk ajang silaturahmi diantara jajaran Pemerintah dengan masyarakat. “Disamping itu, tradisi Syawalan ini juga bagus dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Obyek Wisata Linggo Asri merupakan potensi yang juga harus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, disamping obyek-obyek wisata yang lain yang masih dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan. “Kami dari DPRD Kabupaten Pekalongan selalu mendorong Pemerintah Daerah. Mudah-mudahan apa yang dilakukan akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbuh Hindun.

Powered by Blogger.