Header Ads

Jalan Rusak Dan Sering Rob,TPI Wonokerto Sepi

KAJEN - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto kini semakin seperi lantaran Kondisi jalan sepanjang 1 kilometer lebih menuju ke TPI Wonokerto kondisinya rusak parah, dan banyak yang terendam banjir rob. Akibatnya, bakul-bakul besar ikan dari luar daerah kini enggan masuk ke TPI tersebut, selain itu, banjir rob juga kerap menggenangi lantai pelelangan di TPI ini hingga ikan banyak yang hanyut tersapu air rob. 

Ketua Paguyuban Nelayan TPI Wonokerto, Budi Setiawan, Selasa (18/7), mengeluhkan kondisi tersebut.

"Tangkapan ikan agak menurun, karena cuaca tidak bersahabat. Dua hari kemarin banjir di pelelangan, banyak ikan yang keli (hanyut). Yang utama pembangunan  jalan. Kalau jalan lancar, maka pedagang dari luar kota bisa masuk. Untuk sekarang ini bakul hanya lokal, bakul luar daerah tidak masuk," terang dia.

Dikatakan, untuk produksi ikan yang dilelang di TPI sekarang ini senilai Rp 10 juta - Rp 20 juta perharinya. Namun, dalam beberapa hari terakhir ini ada penurunan, bahkan ada yang sehari nilainya hanya Rp 9 juta. Padahal, jauh sebelum kondisi jalan menuju ke TPI rusak parah, nilai pelelangan dalam sehari rata-rata Rp 20 juta ke atas.
 
"Dulu sebelum jalan rusak, perhari biasanya Rp 20 juta ke atas. Bakul luar daerah ndak ada sekarang. Itu juga mempengaruhi harga juga. Pedagang luar kota bisa meningkatkan harga ikan di pelelangan," katanya.

Menurutnya, ikan yang dilelang di TPI Wonokerto bervariasi, namun untuk saat ini mayoritas cumi-cumi. Dikatakan, harga cumi-cumi rata-rata Rp 30 ribu ke atas perkilogramnya. Untuk udang besar masih langka, sehingga harganya mencapai Rp 250 ribu/Kg.

"Untuk meramaikan lagi TPI ini, kondisi jalan rusak harus diperbaiki, dan rob bisa diatasi. Mudah-mudahan tahun ini jalan dan rob teratasi. Jika rob besar di sini, maka yang naik motor dari sana (Wonokerto Kulon) ndak bisa masuk. Motor pasti mogok," ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa pendangkalan muara juga menjadi persoalan. 

"Muara juga sudah rusak. Jika air tinggi, nelayan kadang-kadang nabrak muara hingga kapalnya pecah, sebab tinggi muara dan air sama," imbuhnya.
Powered by Blogger.