Header Ads

Demi UNESCO,Bupati Ikuti Syuting Film Dokumenter Legenda Batik Nusantara

KAJEN - Legenda batik Nusantara difilmkan dengan mempertunjukan keindahan pesona alam petungkriyono,hal tersebut diungkapkan Bupati Asip Kholbihi saat mengikuti syuting film dokumenter tersebut bersama pengusaha batik H Failasuf,di Petungkriyono.Rabu (5/7).

Film dokumenter tersebut dibuat untuk dipersembahkan dan kepentingan organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB atau UNESCO.

Didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi, Bupati sejak pagi hingga sore kemarin mengikuti prosesi syuting di lokasi Petungkriyono dan Padepokan Batik Pesisir H Failasuf Wiradesa.

Pada kesempatan tersebut, bupati mengaku Kabupaten Pekalongan adalah legenda batik nusantara, sehingga materi syuting mengambil narasi panjang lahirnya batik Pekalongan, untuk menginspirasi dari generasi ke generasi.

"Kota Santri sebagai legenda batik nusantara, memiliki batik dengan corak flora dan fauna, dengan kombinasi pewarnaan yang kaya, sebaga ciri utama batik Pekalngan yang terlahir dari proses transformasi budaya China, India, Jepang dan Arab, bersinggungan dengan harmoni budaya pesisir pulau Jawa," tandasnya.

Dokumenter film Batik Legenda Nusantara yang akan disampaikan kepada UNESCO, sekaligus sebagai upaya memperkokoh kekuatan legenda batik nusantara di Pekalongan. "Jadi ini merupakan ketertarikan PBB terhadap legenda batik nusantara," ungkap bupati.

Tak hanya batik, dalam film dokumenter juga digambarkan geografis Kabupaten Pekalongan, dengan keindahan pesona alam seperti di Petungkriyono. Sehingga, dijadikan juga sebagai promosi pariwisata dunia.

Lebih lanjut H Failasuf pemilik Padepokan Batik Pesisir yang mengikuti proses syuting Legenda Batik Nusantara tersebut menambahkan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap promosi legenda batik nusantara dan pariwisata Kabupaten Pekalongan.


Karena selain legenda batik nusantara dengan corak khas pesisir pulau Jawa, juga di filmkan tentangkebaya batik warna alam. "Film dokumenter itu nanti akan ditayangkan di UNESCO, agar potensi kekayaan budaya dan pariwisata Pekalongan semakin dikenal dunia," jelas dia. 
Powered by Blogger.