Header Ads

Kasatreskrim Jelaskan Arti Persekusi

KAJEN - Apel pagi yang diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira, staf dan seluruh personel Polres Pekalongan, Senin (05/06/2017). AKP Agung Ariyanto, SH selaku Kasat Reskrim menyampaikan tentang apa itu PERSEKUSI, karena PERSEKUSI saat ini sedang gencar-gencarnya jadi trending topik di masyarakat, sehingga anggota Polri pun harus wajib mengetahui dan mengikuti perkembangan probelama PERSEKUSI.

Sebelum dijelaskannya pengertian tentang PERSEKUSI, 2 anggota Polres Pekalongan maju kedepan untuk diberi kesempatan menjawab pertanyaan dari Kasat Reskrim apa itu arti PERSEKUSI.Setelah 2 anggota Polres Pekalongan menjelaskan arti tersebut, barulah Kasat Reskrim menambahkan arti penjelasan PERSEKUSI.

"PERSEKUSI – CRIME AGAINTS HUMANITY (Kejahatan Kemanusiaan), jadi….PERSEKUSI adalah perburuan sewenang- wenang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan posting melalui medsos dengan maksud untuk dipersusah, diintimidasi, ditumpas oleh sekelompok orang yang memiliki pandangan berbeda dengan kelompok tersebut terhadap konten yang telah dipostingnya."

Pelaku yang memposting dapat dikenakan dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE, jika kontennya memiliki unsur fitnah dan pencemaran nama baik seseorang (delik aduan) dan pasal 28 ayat 2 UU ITE, jika kontennya dapat menyebabkan rasa permusuhan dan kebencian yang mengandung unsur SARA, Kemudian pelaku / kelompok yang melakukan persekusi maka dapat dikenakan pasal – pasal dalam KUHP seperti : pengancaman/368, penganiayaan/351 atau pengeroyokan 170 dan per-UU lainnya.

"Anggota Polres Pekalongan dapat mensosialisasikan dengan masyarakat, apabila menjumpai atau menemukan posting di medsos dapat dilakukan dengan melaporkan ke kantor Polisi untuk dilakukan tindakan Kepolisian baik yang bersifat preventive maupun repressive dan ingat untuk tidak main hakim sendiri, melakukan tindakan persekusi karena perbuatan tersebut dapat dipidana."

Dalam cegah tindakan persekusi, tindakan yang harus dilakukan oleh Polri adalah dengan melakukan patroli cyber dan jika menemukan akun yang memposting unsur fitnah dan pencemaran nama baik kepada ulama, agar segera di lakukan – langkah preventif maupun gakkum. 
Powered by Blogger.