Header Ads

Miris Dan Tak Tega,Bocah 8 Tahun Warga Kecamatan Tirto Derita Kanker Tulang Ganas

KAJEN - Sungguh miris dengan apa yang dialami oleh Hajar Nasifa (8) anak pertama dari pasangan Warno (31) dan andriyani (28) warga Desa Jeruksari Kecamatan Tirto kabupaten Pekalongan,sudah dua tahun menderita penyakit kanker tulang ganas sejak tahun 2015 di lengan tangan kirinya,hingga kini belum juga sembuh,justru tubuhnya semakin terlihat kurus dan rambut rontok karena kemoterapi.

Warno (31) ayah korban yang mengatakan bahwa awalnya pada usia 7 tahun saat hajar nasifa kelas 2 SD jatuh,tulang tidak patah tapi bengkak,kemudian keluar benjolan.

"Diperiksakan ke Klinik gajah mada dironsen diduga tumor,kemudian ke RS ARO Batang diambil sempelnya ternyata ganas,sehingga dirujuk ke RS Karyadi semarang,sudah satu tahun periksa di Rs Karyadi sudah beberapa kali kemoterapi sempat kempes,tapi tumbuh lagi."

Warno mengungkapkan penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya.

"Ya selama ini pengobatan pakai uang pribadi,di Rs kariadi 12 hari,wira-wiri,ambulan kemarin dapat dari sedekah warga rombongan,dulu pinjam motor saudara untuk ke semarang saat benjolannya kecil,sekarang sudah bertambah besar benjolannya tidak berani naik motor,kasian anaknya.Pernah juga pakai Kereta api tapi boros."

Sementara itu Anditanti (28) ibu korban mengungkapkan bahwa dirinya kerapkali ikut menangis ketika melihat anaknya menangis kesakitan

"Kalau malam  nasifa nangis kesakitan,kami ikut nangis karena kasihan lihat kondisinya,pernah sebelum dikemo nangis sampai guling-guling karena nyeri pada tumornya,panas tinggi,dia tidak jenak,makan sulit,kadang satu suap saja sering muntah,susu dan buah biasanya yang gampang.Sebelum tumornya berlubang kondisinya kan keras,sekarang mending empuk setelah dikemo,untuk MCK ya dikasur saja."

Kedua orang tua nasifa tidak bisa berbuat banyak,apalagi mereka hanyalah buruh serabutan yang hanya tinggal dirumah berukuran 4x7 berdinding papan dan bambu serta berlantai tanah.

Ketika ditanya apakah sudah ada bantuan dari pemerinta,mereka mengaku belum ada.

"Sempat dari Dinas ada yang datang katanya mau didata untuk dimasukan BPJS non iuran," ungkap andriyani.

Powered by Blogger.