Header Ads

Pemkab Pekalongan Jalin Kerjasama Dengan Belanda Untuk Tanggulangi Rob

KAJENKomitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan masalah rob di Kabupaten Pekalongan bukanlah pepesan kosong belaka, Jika sebelumnya telah ditempuh dengan pembangungan great land wall / tanggul raksasa melintang di Mulyorejo Kecamatan Tirto, juga merangkul masyarakat Forum Perduli Banjir Rob Wonokerto termasuk kesiapan awal dengan penyediaan kondisi foto wilayah terkena dampak rob dari satelit.

Dan upaya yang ditempuh adalah dengan membangun kerjasama dengan Dewan Air Belanda ( Dutch Water Outhorities – Hoogheemraadschap van Schieland en de Krimpenerwaad, Rottedam Belanda ). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menandatangani Pernyataan Kehendak antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Dewan Air Belanda yang ditandatangi oleh A.I.B Van Der Klugt  Vice Chairman HHSK/ DWA Indonesia. HHSK merupakan lembaga yang mengelola air di rotterdam sebagai referensi untuk diterapkan di Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan usaha membangun pentingnya kerjasama saling menguntungkan di bidang penguatan Capacity Building dalam manajemen sistem drainase guna menyelesaikan permasalahan rob yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Guna mencapai tujuan tersebut, kedua pihak saling mengikatkan diri dan menyatakan niat untuk mengadakan kemitraan dalam pengorganisasian dan peningkatan kapasitas pengelolaan sistem drainase/ water management

“ Serta kita sepakat untuk pertukaran informasi dan regulasi sektor drainase dan kolaborasi dengan pihak dengan lembaga akademis dan penelitian” tandas Asip.


Ia menambahkan bahwa untuk hasil yang lebih maksimal, Pernyataan Kehendak dari kedua pihak ini akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan lebih rinci yang akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerjasama untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak bersama.

Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan menurut Asip, pada tahun 2017 ini akan diadakan pertemuan untuk menyusun program pengelolaan sistem drainase. Dan pada tahun 2018 akan dilaksanakan kegiatan pengiriman / pertukaran delegasi tehnis Kabupaten Pekalongan  dengan pihak HHSK. Penyelenggaraan seminar / ceramah/ workshop benchmarking pengelolaan sistem drainase.

“ Kita juga akan melakukan pendampingan pelatihan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan drainase lingkungan dan pendampingan pelibatan lembaga akademik lokal dan luar negeri dalam penyusunan studi aplikatif lokal dan luar negeri dalam penyusunan studi aplikasi pengelolaan infrastuktur air dan water managemen” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah salah satu bagian dari upaya ikhtiar kita dalam mengatasi permasalahan rob ini agar selesai dengan tuntas.

“Disamping itu kita juga tidak mengabaikan selalu berdoa kepada Alloh SWT agar segera masalah rob ini teratasi dengan tuntas” terangnya pada suatu kesempatan.(red)
Powered by Blogger.