Header Ads

17 Ribu Perempuan Berkebaya Kabupaten Pekalongan Pecahkan Rekor MURI

KAJEN Sebanyak kurang lebih 17 ribu perempuan dari seluruh pelosok Kab. Pekalongan  melaksanakan apel di Alun-alun Kota Kajen.Sabtu pagi tadi (22/4).

Para perempuan yang semuanya mengenakan pakaian kebaya ini dengan penuh semangat mengikuti apel yang diantaranya bertujuan untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dan bersama-sama berikrar untuk melawan korupsi.
Apel yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ke 138 Tahun 2017 ini dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. MSi dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan, Forkopinda Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan serta para Kepala OPD se-Kab. Pekalongan, Ny. Enthus Susmono (istri Bupati Tegal), Kementerian PMK, serta Komunitas Perempuan Berkebaya Nasional.

 Apel diawali dengan Penandatanganan Bentangan Kain Putih oleh para peserta apel dalam rangka Deklarasi “Saya Perempuan Anti Korupsi”. Para perempuan berkebaya tersebut berkomitmen untuk menolak korupsi dengan menandatangani deklarasi Lihat Lawan dan lapor Korupsi di Kabupaten Pekalongan. 
  “ Dengan semangat Kartini mari kita tingkatkan kualitas keluarga dalam mewujudkan generasi yang tangguh dan berakhlak mulia, karena tidak ada kata lain kecuali ibu peran utamanya,Disamping moment nya pas dengan peringatan Hari Kartini, juga tepat dilaksanakan oleh Kab. Pekalongan yang merupakan sentra industri atau produsen kain, jadi sangat ada korelasinya yang signifikan," ungkap Asip.
Usai apel, Bupati Pekalongan menerima secara langsung Buku Rekor MURI, sedangkan Ibu Munafah Asip Kholbihi menerima piagam rekor MURI sebagai Pemrakarsa Perempuan Berkebaya terbanyak dari Perwakilan MURI Semarang. 
Sementara itu, Rahmi Hidayati pendiri komunitas perempuan berkebaya mengungkapkan bahwa pihaknya terus bersosialisasi agar pemerintah menentukan hari berkebaya nasional.

"Pada dasarnya semua perempuan indonesia suka berkebaya, berkebaya itu dari aceh sampai tidore suka berkebaya,tidak hanya dijawa,kemudian perempuan mempunyai peran yang besar di indonesia untuk mempengaruhi suami untuk tidak korupsi."
Powered by Blogger.