Header Ads

Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Berikan Motivasi Bagi Siswa Yang Akan Melaksanakan UN

KAJEN – Dalam rangka menghadapi Ujian Nasional tanggal 10 hingga 14 April mendatang, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Jumat (10/3/2017) siang memberikan motivasi siswa kelas 3 Madrasah Aliyah Salafiyah (MAS) Simbangkulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. 
 
Kegiatan dalam bentuk tausiyah dan pemberian ijasah doa, dihadiri Camat Buaran Supriyanto, M.Si beserta istri, Kepala Sekolah KH. Muslikh Khudori, M.Si dan seluruh jajaran pengurus yayasan serta para guru, dan diikuti oleh ratusan siswa putri kelas 3 dan kelas 2 MA Salafiyah Simbangkulon.
 
Wakil Bupati dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar dalam menghadapi ujian nasional yang utama adalah tekad, kemauan dan semangat dari diri sendiri. Menurut Arini, tanpa tekad, kemauan dan semangat apa yang kita cita-citakan tidaklah akan tercapai.
 
 “Kita menyadari bahwa kita semua diberikan oleh Allah SWT kecerdasan yang berbeda-beda. Namun demikian, apabila kita mempuyai tekad, kemauan dan semangat untuk senantiasa berusaha dengan cara berlatih dan belajar terus-menerus Insya Allah kita bisa,” ujarnya.
 
Untuk itu, Wakil Bupati menekankan kepada siswa MA Salafiyah Simbangkulon untuk mempuyai tekad dan semangat. Selain itu, kata Arini, selalu berpikir positif. 
 
“Jangan pernah berpikir negatif dan merasa curiga kepada teman yang lain. Berpikirlah yang positif bahwa kita bisa melakukannya,” saran Arini.
 
    Dalam menghadapi ujian nasional, Wakil Bupati juga meminta agar para siswa untuk memanfaatkan waktu yang ada denga sebaik-baiknya. Kenapa demikian? Kata Arini, karena waktu tidak pernah akan mundur melainkan waktu akan terus berjalan. 
 
“Oleh karena itu mulai saat ini manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan pernah menunda suatu pekerjaan atau kegiatan kalau memang harus kita lakukan sekarang,”tekan Arini.
 
Di akhir sambutan, Wakil Bupati meminta kepada seluruh siswa MA Salafiyah Simbangkulon terutama kelas 3 yang akan menghadapi ujian nasional untuk selalu menjaga kesehatan masing-masing. 
 
“Atur waktu dengan sebaik-baiknya. Kapan waktunya belajar, kapan waktunya bermain dan kapan waktunya kita istirahat. Dan jangan lupa makan makanan yang bergizi,” katanya.
 
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan – Dra. Hj. Hindun, MH, dalam sambutan menyampikan bahwa MA Salafiyah Simbangkulon sangatlah bagus dalam kualitasnya. Hal tersebut, menurut Hindun, terbukti partisipasi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah MA Salafiyah Simbangkulon jumlahnya banyak sekali. 
 
“Oleh karena itu, ini adalah tugas Pemerintah untuk memperhatikan pendidikan di Kabupaten Pekalongan termasuk MA Salafiyah Simbangkulon ini,” ujarnya.
 
“Namun perlu saya sampaikan bahwa saat ini jenjang pendidikan atas (SMA) menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga berkaitan dengan bantuan dari Pemerintah untuk sekolah ini, maka Pemkab Pekalongan harus mengusulkannya ke Pemerintah Provinsi,” imbuh Hindun.
 
Selaku Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun mendorong agar pendidikan MA Salafiyah Simbangkulon semakin baik dan dicintai masyarakat serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan ilmunya bermanfaat.
 
Sebelumnya, Kepala Sekolah MA Salafiyah Simbangkulon, KH. Muslikh Khudori, M.Si yang merupakan Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah siswa kelas 3 MA Salafiyah Simbangkulon yang akan mengikuti Ujian Nasional berjumlah 391 anak.
 
 “Mereka terbagi dalam tiga jurusan yaitu IPA, IPS dan MAK/Keagamaan,” ujarnya. 
 
Lebih lanjut, KH. Muslikh melaporkan bahwa jumlah keseluruhan siswa kelas 1 hingga kelas 3 MA Salafiyah Simbangkulon sebanyak 1.130 anak. 
 
“Jumlah ini yang terbanyak dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten dan Kota Pekalongan.Alhamdulillah sekolah kami menjadi salah satu sekolah terfavorit di Kabupaten Pekalongan. Hal ini dibuktikan dengan membanjirnya pendaftar setiap tahunnya. Tiap tahun rata-rata pendaftar 600an anak, akan tetapi kami hanya mampu menerima sejumlah 250an anak. Hal ini dikarenakan jumlah lokal kami yang terbatas.  Setiap kelas jumlah siswanya 50 anak, ini jumlah diatas standar yaitu 35 anak. Untuk itu kami mohon perhatian dari Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi agar kami senantiasa dapat melayani kebutuhan dasar masyarakat yaitu pedidikan,” keluh KH. Muslikh kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan. 
Powered by Blogger.