Header Ads

Pedagang Pasar Doro Minta Pembongkaran Dilakukan Setelah Lebaran

KAJEN - Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 1,7 Milyar untuk Pasar sragi akan dialihkan ke pasar Doro.Kepala Dinperindagkop dan UMKM Teguh Isdaryanto menjelaskan bahwa dana tersebut dialihkan ke Pasar Doro karena pasar Sragi sudah dapat.

"Dari hasil survay dari belakang yang akan dibongkar terlebih dahulu. Total 28 M untuk pembongkaran keseluruhan.namun untuk pertama bagian belakang dulu.Berdasar hasil sosialisasi ke pasar doro dan dihadiri oleh perwakilan dan pengurus APSI, bahwa karena pasar akan dibongkar, maka perlu pasar darurat, letaknya di sumur umbul, dan sekarang sudah mulai dilaksanakan penataanya.pelaksanaan sekitar bulan mei, karena waktu yang diperlukan untuk membangun cukup lama yakni sekitar 6 bulan," ungkap Teguh.

Setelah Pasar Doro dibongkar maka akan di lelang,sehingga proses pembongkaran dan lelang memerlukan waktu 1,5 bulan.Proses pencairan dibatasi paling akhir tanggal 15 atau 20 Desember.

"Karena dana DAK. jika tidak segera dicairkan maka akan hangus. Jumlah kios sama dengan yang sekarang. Kenapa nantinya ukuran kios lebih kecil, menurut konsultan ada beberapa hal.1 posisi miring.2.Ada jalan utk pembeli, standart nasional jalan untuk pembeli 1,5 m, yg sekarang hanya 1m, otomatis mengurangi luas kios, 3.ada penampungan limbah, oleh konsultan dihindari, saluranya akan ditampung disitu, karena untuk kios basah. Karena ke 3 alasan itulah ukuran kios berkurang, diharapkan semua pedagang bisa ditampung. Yang terpenting semua dianggarkan oleh pemerintah menggunakan DAK, sehingga pedagang tidak dipungut biaya sepersenpun."

Sementara itu koordinator pedagang (LSM GNBI), Isa Ansori mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan menolak pembangunan, justru ingin dibangun supaya bagus, tetapi sebagai pedagang meminta agar jangan dikurangi, karena pihaknya mendapat info akan dikurangi 30cm.

"Kemudian untuk kios yang didepan juga dikurangi, makanya pedagang tidak mau kecolongan,Kemudian kami meminta tolong pembangunan tersebut ditunda sehabis lebaran, sebab pedagang merasa repot karena banyaknya pembeli, dan sering kehilangan, krn selama ini sering sekali kehilangan barang dagangan."

Pedagang lain,Ali mustofa (pedagang) juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang jika lapak akan dibangun, namun yang dikhawatirkan nantinya akan dikumpulkan pedagang baru dan ahirnya akan diperjual belikan lagi, sebab yang pasar bagian depan juga seperti itu.

"Di pasar Doro sendiri omset penjualan sedikit berkurang, sehingga memohon untuk pembongkaran menunggu  setelah lebaran. Terkait pasar tradisional jangan disamakan dengan pasar modern.tolong tempat sampah ditata, sehingga jangan sampai nantinya mau masuk pasar banyak sampah."

Terkait permintaan para pedagang,Kepala Dinperindagkop menjelaskan, jika diundur setelah lebaran, sekitar juni, anggaran negara sudah ditutup. Dan imbasnya akan di blacklist krn pembangunan mundur dan tidak sesuai.

Powered by Blogger.