Header Ads

Jengah,Pemda Kembali Ingatkan Rekanan Jalan Tol

KAJEN - Jengah dengan kondisi jalan yang rusak dan lingkungan berdebu akibat aktifitas pembangunan jalan tol, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengancam menghentikan armada pengangkut tanah urug jalan tol. Hal ini untuk menindaklanjuti keluhan warga yang mereka sampaikan kepada Bupati Pekalongan Asip kholbihi  baik secara langsung maupun melalui SMS Lapor Siip , SMS pribadi hingga twitter Asip Kholbihi.

” Pak Bupati merasa berkewajiban untuk menjaga kenyamanan masyarakat oleh karena itu kami mengundang pihak - pihak yang terkait untuk melaksanakan pertemuan kali ini membahas tentang tanggung permasalah ini “terang Kepala DPU dan Taru Ir Bambang Pramukamto saat melakukan pertemuan dengan pelaksana pembangunan jalan Tol baru baru ini di Kajen.(08/3)

Hadir pada pertemuan tersebut Kabag Op Polres Pekalongan M Udjir, PT PBTR F Suyitno, PT SMJ A Suryono, PT Waskita M Huda, PT LMA Djuli S, Dinas Perhubungan Tri  Handoyo, kaKesbanglinmaspol Edy H dan Dinas Kominfo Tuti Haryati, SSTP MM

Masyarakat  kecewa terhadap debu yang berterbangan karena truk tidak menutup tanah dengan terpal dan jalan menjadi licin pada saat hujan turun karena tidak ada pengerukan sisa tanah urugan serta jalan yang rusak parah  banyak berlubang.

 “Oleh karena itu kami berharap pelaksana proyek ini untuk memperhatikan dan melaksanakan sesuai dengan MOU  yang telah disepakati  bersama Pemkab  sehingga tercipta suasana kondusif”tandasnya.

Kita bukan menghambat pembangunan jalan tol karena itu merupakan proyek nasional yang strategis bagi kita. Bahkan kita mendukungnya akan tetapi jangan sampai menganggu kenyamanan warga. “ Tolong dong hargai hak dan toleransi warga, oleh karenanya penuhilah kewajiban sebagai rekanan sesuai MOU sehingga semua pihak merasa nyaman”tandasnya

Di Kesempatan yang sama Kabag Ops Polres Pekalongan M, Udjir menjelaskan bahwa pihaknya tidak segan menilang kepada mereka yang melanggar aturan yang disepakai termasuk truk angkutan tanah urugan tol ini. “ Mari demi kelancaran dan kenyamanan warga berlalu lintas hormati pengendara lain dengan menjaga kecepatan dan menutup terpal saat mengangkut tanah”tandasnya.

Sementara itu Mahdi S Kasi Intel Kejaksaan menyampaikan bahwa rasa prihatinnya karena pihak pelaksana jalan tol tidak melaksanakan kesepakatan dengan baik yang membuat kecewa masyarakat. “ Mari MOU tentang pedoman dan pemanfaatan bagian jalan tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga tidak timbul keresahan masyarakat seperti saat ini , karena didalamnya sudah diatur tentang hak dan kewajibannya masing - masing”terangnya.

Sementara itu dari PT BPTR F Suyitno menjelaskan bahwa pertemuan kali ini sekaligus bahan evaluasi dan pembinaan terhadap para rekanan pelaksana proyek tol sehingga dapat diambil tindakan selanjutnya.

A Suryono RH dari PT SMJ menyampaikan berbagai  kesulitan tehnis dan tanggung jawab di lapangan dan pihaknya siap untuk mematuhi MOU yang telah disepakati bersama Pemkab. “ Kami terima kasih kepada semua pihak yang telah mengingatkan kami dan siap memperbaiki jalan rusak yang menjadi kewajiban kami secepatnya”terangnya. Dan dari Rekanan yang lain menyampaikan hal yang sama tentang kesiapan melaksanakan MOU tersebut dengan baik

Di akhir pertemuan dilanjutkan meninjau ke lapangan sekaligus untuk menginventarisir titik titik kerusakan jalan dan siapa yang bertanggung jawab untuk selanjutnya diambil tindakan perbaikan.
Powered by Blogger.