Header Ads

Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation Menginspirasi Bupati


KAJEN – Negara Indonesia membutuhkan kiprah organisasi-organisasi sosial seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation). Rakyat membutuhkan uluran tangan kita karena masih banyak saudara-saudara kita di desa/pegunungan yang belum mempunyai kesempatan untuk bersekolah dengan baik.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat menghadiri Global Board Meeting YCAB Foundation, Jumat (24/2/2016) malam di Hotel Santika Pekalongan.

Dijelaskan, bahwa masih banyak sekolah-sekolah kita yang ditangani oleh Pemerintah saja, maka sampai kapan sekolah ini bisa melahirkan anak-anak muda yang bisa eksis menghadapi tantangan jaman. 

“Untuk itu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kaish kepada YCAB Foundation atas kiprahnya. Ini adalah suatu anugerah dan mendatangkan banyak inspirasi bagi kami di Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bekerja lebih keras,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran YCAB Foundation menginspirasi dirinya selaku Pimpinan Daerah untuk membuat program-program yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut, menurut Bupati, karena angka angka rata-rata pendidikan di Kabupaten Pekalongan sama dengan pendidikan di tingkat nasional yaitu 7 tahun untuk kaum laki-laki dan 6 tahun untuk kaum perempuan.

Di Kabupaten Pekalongan, kata Bupati, kebanyakan anak-anak mudanya bekerja di sektor industri baik industri batik, konveksi, kain kassa dan industri-industri yang lain. Dan sedikit sekali yang berminat bekerja di sektor pertanian.

Sedangkan angka kemiskinan, masih menurut Bupati, Kabupaten Pekalongan masih dibawah tingkat nasional yaitu sekitar 10%. Hal itu akan terus berupaya dengan berbagai resources yang dimiliki dan bekerjasama dengan seluruh lembaga yang peduli untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

 “Walaupun secara regional Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan tidak masuk dalam kategori miskin. Tetapi bagi saya satu orang miskin pun harus sama dengan seribu orang miskin yang harus kita tangani. Dan mudah-mudahan dengan hadirnya YCAB Foundation ini lebih banyak mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Pekalongan,” harap Bupati.

Sementara itu, Ketua YCAB Foundation – Veronica Colondam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yayasan yang dirikannya 17 tahun lalu menjawab kecemasannya melihat banyaknya anak putus sekolah di sekitarnya. Menurutnya, putus sekolah membuat anak-anak rentan terkena pengaruh buruk lingkungannya. 

“Ketika tidak punya pendapatan, mereka lebih mudah tergoda melakukan hal-hal negatif, termasuk kriminalitas dan kekerasan jalanan. Dan Rumah Belajar didirikan untuk memberi kesempatan bagi anak-anak ini,” paparnya.

“Lebih daripada itu, saya meyakini bahwa kesehatan, pengetahuan dan jiwa kewirausahaan, adalah bekal awal yang perlu dimiliki tiap anak agar bisa berdaya, dan kelak mandiri secara ekonomi. Tiga hal itulah yang disedikan YCAB Foundation. Di Rumah Belajar, anak-anak bisa belajar ketrampilan vokasi. Harapan saya, setelah masa belajar selesai, mereka menjadi tenaga siap pakai, atau bisa membuka usaha sendiri,” imbuhnya.

Diterangkan Veronica, YCAB Foundation bukan saja mendidik, tetapi menjadikan anak-anak mandiri. Itulah yang menjadi cita-cita mendasar YCAB Foundation.

 “Karena kami percaya kemandirian adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Child by child we buid our world adalah motto yang terus mengingatkan kami bahwa YCAB harus dapat mengubah kehidupan bangsa, dimulai dari anak-anak, dari yang tidak mampu menjadi mampu, mandiri dan mapan,” terangnya. 
Powered by Blogger.