Header Ads

Ribuan Orang Padati Acara Haul Mbah Gendon

KAJEN - Ribuan orang berebut kue apem yang dibagikan dalam acara peringatan ke-58 Haul Mbah Wali Gendhon, di Dusun Bantul, Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.hari Minggu (5/2).

Sejak Sabtu (4/2) malam, makam Mbah Wali Gendhon yang merupakan pejuang dan ulama kharismatik di Kecamatan itu dipadati oleh ribuan peziarah yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
 
Kemudian pada minggu (5/2) sejak pukul 08.00 wib, ribuan warga sudah memadati puncak acara makam Mbah Wali Gendhon untuk mnegikuti puncak acara haul. Jumlah mereka terus bertambah hingga jalan yang menuju makam dipenuhi manusia. Pada pukul 10.00, kendaraan baik roda dua maupun empat sudah tak bisa lagi lewat. Sehingga sebagian besar pengunjung harus berjalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke makam. 
 
Acara haul dibuka dengan tahlil dan doa bersama atau istighotsah. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si dan pengajian umum yang diisi oleh KH. Suntoro Abdurrahim dari Pemalang.
 
Bupati dalam sambutannya, menegaskan kenapa kita memperingati haul Mbah Gendhon. Menurutnya, karena mbah Gendhon merupakan salah satu  waliyullah, yaitu selama hidupnya Mbah Gendhon memberikan kesejukan, menjadi penerang hati, memberikan petunjuk hidup agar selamat dunia akhirat kepada para santrinya di wilayah Kabupaten Pekalongan. 
 
 “Untuk itu, dalam rangka kita semua kebaikan Mbah Gendhon, maka kita memperingatinya dengan haul ini,” terang Bupati.
 
Dalam kesempatan itu pula Bupati meminta masyarakat untuk membukukan sejarah Mbah Gendon, tokoh pejuang dan ulama kharismatik bumi Bahurekso, dengan nama asli Muhammad Ashral.  
 
”Kami minta panitia dibukukan. Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah supaya masyarakat dan generasi muda kebih mudah untuk mengetahui sejarah atau Riwayat Mbah Gendhon.” ucap Bupati.
 
Sementara itu, ketua  panitia haul H. Bahrudin mengucapkan terima kasih kepada semua yang berkenan hadir.
 
 “Kami selaku panitia Khaoul Mbah Gendon yang ke – 58 ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelengarakan acara dan kegiatan. Dengan membludakya pengunjung, apabila ada kekurangan kami minta maaf yang sebesar-besarnya,” kata Bahrudin.
 
Acara haul semakin ramai manakala ketika KH. Suntoro Abdurrahim yang menjadi pembicara utama tengah berdoa dan belum turun dari panggung, para pengunjung merangsek maju mendekati kue apem dan hasil bumi lainnya yang sudah tertata di atas panggung. Pengunjung yang sudah kepanasan terus menyerbu ke panitia yang mulai mebagikan kue apem, bahkan ada yang nekat naik ke panggung untuk mendapatkan apem. Dalam hitungan menit, kue apem yang ada di panggung ludes diperebutkan pengunjung. 
 
Pembagian kue apem itu merupakan ungkapan syukur dan untuk meramaikan peringatan Haul Mbah Wali Gendon. Tokoh karismatik yang bernama asli Muhammad Ashral dikenal sebagai pejuang di masa penjajahan Belanda dan meninggal tahun 1960. 
 
Acara peringatan haul dimulai tahun 1980 dengan prakarsa Almarhum Kiai Khozin, Kiai Umar Mahfud (almarhum) dan Kiai Machtum dari Cirebon.
 
''Dulu acara haul digelar di Dusun Kauman, Desa Kesesi,'' tegas H, Bahrudin.
 
Sejak tahun 2000, jelas dia , haul diperingati di Dusun Bantul setelah makam Wali Gendon dipindahkan dari Dusun Kauman ke Bantul menyusul terjadinya banjir di pemakaman yang lama. 
 
'' Sudah lima kali haul diperingati disini,'' tuturnya.
 
Selain berebut kue apem, para peziarah dan pengunjung haul kemarin juga antre untuk mengambil air dari sumber yang ada di sekitar makam. Air itu diyakini membawa berkah dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Rangkaian acara haul berakhir sekitar pukul 12.00.
 
Dalam acara tersebut nampak pula dihadiri oleh Asisten I Sekda sekaligus Plt. Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan – Drs. Ali. Riza, M.Si, Camat Kesesi beserta Muspika dan beberapa Tokoh Ulama.
Powered by Blogger.