Header Ads

Mentri Kesehatan RI Kunjungi Home Industri Kain Kasa Di Kabupaten Pekalongan

KAJEN - Kasa merupakan kebutuhan medis yang harus selalu dipenuhi dan ternyata Home industri kasa terbesar  berada di Kabupaten Pekalongan. Namun, kain kasa yang diproduksi di kabupaten pekalongan belum pada tingkatan steril, sehingga tingkat keuntungan yang diperoleh belum maksimal.Oleh karena itu, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, mengharapkan agar puluhan home industri kasa di Kabupaten Pekalongan bisa meningkatkan produknya menjadi kasa steril.

Menkes RI,Nila F Moeloek saat kunker di sentra industri kasa di Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten
Pekalongan, kemarin mengungkapkan bahwa para produsen kasa harus memenuhi standar.

"Saya kira ini bagus sekali, tapi harus memenuhi standar. Akhirnya kami Kementrian Kesehatan mengetahui di Kabupaten Pekalongan ini ada industri rumah yang memproduksi kasa. Tetapi tentu harus mengikuti standar tadi. Ini masih kasa yang belum steril. Ada baiknya sekarang di sini ada 44 home industri kasa bisa membuat asosiasi. Secara bersama-sama bisa dinaikin nanti membeli alatnya untuk mensterilkan kasa ini, jadi jualnya nanti kasa steril," ujar 

Menkes mengaku khawatir jika kasa nonsteril yang sudah bagus itu,disterilkan oleh orang lain dan dijual dalam bentuk kasa steril,sehingga keuntungannya lebih besar dibandingkan pengusaha di Pekalongan yang memproduksinya.

"Padahal di sini yang susah payah dari nenun, dicuci, direndam, diputihkan, diperas, dan segala macam tadi.
Ini sudah masuk e katalog lho ini. Artinya sudah bisa dipesan di seluruh Indonesia dari tiga atau empat perusahaan," ujar Menkes.

Menkes juga mengungkapkan kebutuhan kasa di Indonesia sangat tinggi sekali, karena dibutuhkan mulai dari tingkat rumah tangga hingga rumah sakit.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, Menkes baru kali pertama melakukan kunker di sentra home industri kasa terbesar di Indonesia di Kabupaten Pekalongan. 

"Pemda sebagai salah satu regulator dari industri kasa menjaga agar standar mutut tetap terjaga melalui Dinkes dijaga dan kontrol terus. Kita mendorong agar menjadi kekuatan ekonomi di negara sendiri. Kebutuhan kasa ini ibarat makan, rumah sakit tanpa kasa ndak bisa hidup Oleh karena itu akan kita dorong," ujar Asip.

Disebutkan, ada sekitar 40-an indutri kasa di Kabupaten Pekalongan yang sudah berizin. Produknya juga sudah sesuai standar dan sudah memiliki izin edar. Bahkan, ada tiga perusahaan yang sudah masuk e katalog. 

"Kita akan melakukan pembinaan terus menerus secara kontinyu dan membantu stabilitas bahan produksi agar tidak terganggu. Kita juga akan dukung sterilisasi industri kasa di Kabupaten Pekalongan. Ini membutuhkan piranti hardware. Dengan sterilisasi ini mampu meningkatkan nilai ekonominya tiga kali lipat dari sekarang," pungkasnya.
Powered by Blogger.