Header Ads

Longsor,Dua Desa Di Kecamatan Talun Terisolir

KAJEN - Dua tebing di tepi Jalan Raya Curugmuncar-Songgodadi, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, mengalami longsor, Kamis (2/2). Akibatnya, dua desa di kecamatan tertinggi di Kota Santri ini kembali terisolasi, yakni Desa Curugmuncar dan Songgodadi.Hal tersebut terjadi lantaran hujan turun seharian dengan lebat. Aktivitas perekonomian dan pendidikan di dua desa tersebut kemarin pun lumpuh total.

Masyarakat yang terjebak di tengah-tengah longsor terpaksa meninggalkan sepeda motornya di tengah hutan dan berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya. Anak-anak sekolah juga tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran akses jalan tertutup material longsor. Para pedagang juga tidak bisa berangkat ke pasar tradisional lantaran akses jalan tertutup longsor tersebut.

Perangkat Desa Songgodadi, Daslam, menuturkan, longsor terjadi di dua tebing yakni di sekitar Sungai Sengkarang dan Kali Banteng.Menurutnya, longsor tersebut terjadi di titik lama yang longsor yakni di Bukit Batu di Desa Curugmuncar dan titik baru yang berjarak sekitar 300 meter dari titik lama yang longsor tersebut, tepatnya di Jalan Nambangan, Desa Tlogopakis. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun empat orang warga sempat terjebak di tengah-tengah dua titik
yang longsor tersebut.

"Ada empat sepeda motor terjebak di tengah-tengah. Mau balik ke arah Tlogopakis ndak bisa, mau pulang ke Songgodadi dan Curugmuncar juga ndak bisa. Motornya akhirnya ditinggal di tengah hutan dan pemiliknya jalan kaki," tutur dia.

Diterangkan, untuk longsor di titik lama, jalan darurat hanya tertimbun material lumpur, sehingga bisa diatasi warga setempat.Namun, di titik longsor yang baru, kata dia, membutuhkan bantuan alat
berat milik DPU. Sebab, bukit setinggi 10 meter longsor, sehingga material berupa tanah, batu, dan pohon menutupi badan jalan.

Akibat longsor di dua titik itu anak-anak sekolah akhirnya juga tidak berangkat lantaran jalan tertutup longsor.
Powered by Blogger.