Header Ads

Lagi,jembatan Amblas Dikarangdadap

KAJEN - Sebuah Jembatan penghubung Kecamatan Karangdadap dengan Kecamatan Kedungwuni yang terletak di Desa Pagununganmas Kecamatan Karangdadap amblas.Camat Karangdadap, Suprapto, mengatakan bahwa amblasnya jembatan tersebut sudah terjadi sejak tiga pekan terakhir.
"Kejadian ini sudah saya laporkan bupati tembusannya ke DPU. Dan saya dengar langsung setelah kepala DPU ditanya bu Wabup (Arini Harimurti) perbaikannya segera dilakukan," katanya.
Diungkapkan, gerusan pada jembatan irigasi tersebut sudah terjadi sejak Agustus 2016 lalu. Meski sudah dilaporkan ke DPU setempat, namun belum mendapat penanganan.
"Katanya akan diperbaiki Oktober (2016), tapi belum diperbaiki sampai sekarang. Hingga akhirnya parah seperti ini," ungkapnya.
Dijelaskan, jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama penghubung kedua kecamatan tersebut. Namun sementara bisa dilewatkan jalan lain.
"Untungnya juga tidak berpengaruh terhadap saluran irigasi. Sementara jalur sebelah yang amblas sekitar 2x3meter ditutup menggunakan plat besi," jelasnya.
Selain jembatan Desa Pagununganmas, di Kecamatan Karangdadap juga terjadi jembatan amblas di Dusun Pangkah Desa Kalilembu. Namun untuk jembatan tersebut merupakan kewenangan dari Balai Pusdataru Provinsi Jateng. Sebab, jembatan tersebut merupakan saluran irigasi menuju Bendung Asem Sikethek.
Wabup Pekalongan, Arini Harimurti, mengatakan, jembatan irigasi yang amblas dan menganga tersebut merupakan jalan inspeksi yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk keluar masuk kampung. Namun pihaknya tetap mendesak pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan yang amblas tersebut.
Sementara itu, Korlap OP Irigasi Balai Pusdataru Pemali Comal, Yohanes Chrismanto, jalan tersebut merupakan jalan inspeksi dari Bendung Asem Sikethek ke Jalan Raya Karangdadap. Namun dimanfaatkan oleh masyarakat untuk jalan pembantu dari jalan utama.
"Penyebab amblasnya jalan tersebut kemungkinan karena usia. Ditambah lagi banjir karena curah hujan yang tinggi, serta sampah pohon yang menyangkut di saluran tersebut, sehingga menyebabkan longsor," katanya.
Dijelaskan, jembatan saluran irigasi tersebut dibangun sejak tahun 1975. Namun hingga kini belum pernah dilakukan pemugaran.
"Perawatan rutin tetap dilakukan. Bulan depan sudah direncanakan perbaikan jembatan ini. Perkiraan kami diperlukan Rp 80 juta untuk perbaikan ini, dan  diambilkan melalui anggaran pemeliharaan rutin," jelasnya.
Akibat amblasnya jembatan irigasi tersebut, terdapat lubang menganga dengan diameter antara 4-5 meter. Sedangkan kedalamannya mencapai sekitar 2 meter. Sehingga akses jalan tersebut tiak bisa dilalui oleh masyarakat setempat. Sementara jembatan Desa Pagununganmas yang menghubungkan antar kecamatan tersebut, sementara ditangani dengan memasang plat besi.
Powered by Blogger.