Header Ads

Karena Sony Khawatir Surabaya Kehilangan Dominasi

Karena Sony Khawatir Surabaya Kehilangan Dominasi Peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall diharapkan menjadi momen kebangkitan bulutangkis Surabaya lagi. Itu agar Kota Pahlawan tak kalah dari kota dan kabupaten lain.

Surabaya pernah menjadi mesin utama pencetak atlet-atlet bulutangkis Jawa Timur. Sony Dwi Kuncoro khawatir regenerasi pebulutangkis Surabaya tak segencar kota dan kabupaten lain di Jatim.

Dia pun berharap dengan peresmian Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall pada 10 Februari, bisa menggairahkan regenerasi bulutangkis di Surabaya. Hall dengan enam lapangan berkarpet itu berlokasi di Medokan Asri, Rungkut Surabaya.

Bahkan Sony belum mampu mempercayakan pengurusan GOR itu kepada orang lain. Sony menangani langsung.

"Saya kan baru mulai mencoba menjalankan usaha ini ya, jadi ya pikiran sedikit terbagi ya. Memang kalau dibilang, saya bisa tidak usah ngurusi, tapi ya bagi saya itu tak bisa. Saya tetep harus mengontrol, karena itu kan saya yang bikin, jadi ya saya merasa ini perlu diapain lagi biar nyaman. Ya Alhamdulillah pemain atau penghobi bulutangkis yang masuk ke situ bilang nyaman," tuur pemilik medali perunggu Olimpiade 2004 Athena itu.
(Detik.com)
Powered by Blogger.