Header Ads

Istri Kapolri Kagumi Usaha Batik Yang Selalu Eksis

KAJEN - Batik pada saat terjadi krisis perekonomian tahun 1999, dapat bertahan dan justru eksis,Hal tersebut diungkapkan oleh Tri Suswati, istri Kapolri, Komisaris Jenderal Tito Karnavian, pada kesempatan mengunjungi Padepokan Batik Pesisir, Wiradesa, milik H Failasuf. Jum'at (3/2).
 
Menurutnya, keberadaan UKM di berbagai daerah di Indonesia mampu tumbuh besar dan justru menjadi penopang perekonomian nasional.
 
"Hal ini seperti kita lihat di Padepokan Batik Pesisir milik H Failasuf," katanya.

Disebutkan, berdasarkan kisah padepokan tersebut, H Failasuf merintis usaha batik pada tahun 1999 dengan 7 orang karyawan. Pada tahun itu merupakan tahun dimana negara sedang mengalami krisis ekonomi paling parah dan terpuruk.

"Saya ingat betul pada tahun 1999, keadaan perekonomian Indonesia sangat terpuruk, karena waktu saya masih bekerja di bank," tandas Tri Suswati.

Kendati kondisi negara sedang dalam keadaan terpuruk, justru UKM-UKM batik di Pekalongan, yang salah satunya adalah milik Padepokan Batik Pesisir di Wiradesa, mampu bertahan dan eksis ditengah-tengah krisis tersebut.

"Ini merupakan sebuah keajaiban atau mukjizat tersendiri bagi pengusaha-pengusaha batik, yang justru mampu tumbuh di tengah krisis, kemudian juga berhasil menjadi penopang perekonomian Indonesia," terang istri Kapolri. 

Istri Tito Karniavan itu juga menjelaskan, bahwa dirinya selama ini juga mempunyai kebiasaan bertukar cinderamata ketika ada kunjungan tamu. Dan cinderamata yang diberikan Tri Suswati adalah kain batik.

"Jadi saya juga memiliki banyak koleksi batik yang saya gunakan untuk tukar cinderamata, dan mempopulerkan batik pada semua orang. Kemudian saya juga memberikan arahan kepada bhayangkari di semua daerah, untuk mengenakan batik khas daerah masing-masing pada setiap kegiatan," ungkap dia.

Pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan, merupakan daerah di Pantura Jawa, dengan mata pencaharian masyarakat sebagai perajin batik. Karena Batik sudah menjadi kegiatan masyarakat sejak awal abad 18, dan turun temurun dari generasi ke generasi.

"Karena batik di Kabupaten Pekalongan sudah digeluti masyarakat sejak awal abad 18, maka Kabupaten Pekalongan merupakan legenda batik di Indonesia, sebagai generasi perajin karya adiluhung bangsa, dengan prestasi nasional dan internasional," ungkap Asip.

Karena itu Asip mengharapkan agar bersama-sama bhayangkari bisa terus memasarkan batik melalui berbagai kegiatan nasional seperti lomba fashion show batik etnik dari seluruh daerah di Indonesia.

Sementara H Failasuf, pemilik Padepokan Batik Pesisir, pada kesempatan itu mempersembahkan fashion show koleksi-koleksi favorit Batik Pesisir dan mempersembahkan batik Puspo Dipo Selatar untuk istri Kapolri dan menitipkan batik dengan motif Parang Kawung untuk Kapolri Tito Karniavan.
Powered by Blogger.