Header Ads

Hadiri Maulid Nabi,Bupati Ajak Warga Doro Menjaga Tatanan Yang Telah Ada

KAJEN - Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi mengajak masyarakat Kecamatan Doro pada khususnya untuk mendukung wilayah kecamatan Doro agar semakin maju, karena kecamatan Doro adalah pintu masuk untuk menuju Kecamatan Petungkriyono, dimana Petungkriyo ini dikenal sebagai khawasan wisata dan Taman Nasional yang harus selalu dijaga dan dilestarikan bersama. 
 
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Desa Rogoselo Kec. Doro Kabupaten Pekalongan pada Jumat Malam (13/2) lalu. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga tatanan yang sudah ada khususnya di Desa Rogoselo tersebut.
 
 “Jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung jawab merusak tatanan yang sudah ada yang diwariskan oleh para sesepuh. Terimakasih atas terselenggaranya acara ini. Mari kita mendukung program-program yang digagas oleh Lurah demi kebaikan dan kemajuan desa Rogoselo sendiri ,” ujar Bupati. 
 
Ditambahkankan Asip, peringatan Maulid Nabi diharapkan menjadi sebuah ajang untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang juga merupakan harapan dan cita-citanya. 
 
“Saya berharap masyarakat Pekalongan dapat menjadi masyrakat yang cukup, tidak hanya dalam bidang ekonomi namun juga cukup dalam bidang keagamaan. Acara Maulidan seperti ini bisa dijadikan Wasilah untuk masyarakat Pekalongan sendiri,” tambahnya. 
 
Dijelaskannya pula bahwa selain cukup dalam sandang pangan dan keagamaannya, masyarakat Pekalongan juga diharapkan bisa selamat dunia akhirat. Dimana menurutnya orang yang selamat dunia akhirat adalah orang-orang yang mau mendekat dan mencintai para Ulama’ dan para sesepuh yang memiliki ilmu. 
 
Sementara itu Habib Lutfi bin Ali bin Yahya selaku Ulama Besar di Pekalongan mengungkapkan rasa bangganya kepada masyarakat desa Rogoselo yang telah menggelar acara Pawai Merah Putih sebagai bentuk kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Ini bagian dari nguri-uri perjuangan para Ulama dulu yang telah turut mempertahankan NKRI,” ujar Habib.
Powered by Blogger.