Header Ads

Bupati Tinjau Lahan Untuk Pembangunan Great Wall

KAJEN - Rencana Pemkab Pekalongan akan membangun great wall atau tanggul  bendungan penahan air rob di desa Mulyorejo Kecamatan Tirto mendapat sambutan hangat warga. Tak terkecuali Tio (30) warga desa  Mulyorejo yang menyatakan kegembiraan nya.

" Sudah satu tahun tempat kami tergenang, semoga dibangunnya bendungan ini akan menyelesaikan masalah banjir karena rob ditempat nya yang sudah berjalan 10 tahun" terangnya.

Ia berterima kasih kepada Bupati Pekalongan Asip Khlobihi jika benar proyek ini terlaksana. dan Ia bersyukur karena ada harapan desanya tidak tergenang seperti dulu.

Tinjau Calon Lahan Bendungan Sementara itu Bupati Pekalongan baru baru ini (18/2) melaksanakan kegiatan kunjungan kerja untuk meninjau lahan yang akan digunakan untuk membangun bendungan great wall ini. Hadir DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romli, KA Bappeda Litbang Bambang   Irianto, KA DPU dan Taru Bambang Pramukamto, KA BPBD Bambang Sujatmiko dan dinas instansi terkait.

Bupati menjelaskan  secara terukur pihaknya akan secepatnya untuk mencari solusi untuk mengatasi  masalah banjir di wilayah Tirto ini. 

Rencananya Akan dibangun tanggul melintang sepanjang 800m dari tebing sungai Sengkarang ke tebing sungai Meduri untuk melindungi desa Mulyorejo.Tegaldowo, dan Karangjompo Kecamatan Tirto.

Karena menurut informasi warga dan pengamatan, banjir rob yang selama ini terjadi berasal wilayah Utara desa Mulyorejo dari pantai utara laut jawa yg masuk karna pemukiman warga lebih rendah maka air laut masuk.

Untuk mencegah masuknya air laut akan dibikin tanggul besar yang pembangunannya akan melibatkan semua komponen masyarakat, TNI, POLRI dan dari pemkab akan menyiapkan material dan alat - alat berat.

Karena merupakan proyek padat karya, bendungan ini akan diberi nama tanggul gotong royong ."Karna ini inisiatif dari kita dan didukung secepatnya oleh masyarakat"terangnya.

Jadi ini sebuah terobosan baru dalam rangka bagaimana kita melakukan politik afirmasi terhadap bencana yang sudah berjalan hampir 10tahun.

Proyek ini akan segera dilaksanakan karna sudah beribu rumah sudah tergenang juga sarana - sarana publik berjalan tidak optimal.

Karenanya Pemkab secepaatnya melaksanakan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap sarana dan prasarana di wilayah rob.

Tanggul melintang dibikin diluar desa, menggunakan tanah warga yang sebagian sudah direlakan untuk jalan dan sebagian lagi pak lurah akan melakukan sosialisasi.

Terkait Anggarannya,  karna ini pola kerja bakti disiapkan secepatnya menggunakan dana darurat karna ini merupakan situasi tanggap darurat.

Selanjutnya Asip menjelaskan bahwa ini belum menyelesaikan seluruh persoalan rob di kabupaten Pekalongan, Karena ini baru salah satu zona dari 3 zona pananganan rob.

"Zona pertama di Kecamatan Wonokerto,ini akan dikoordinasikan dengan Pemerintah pusat dan sudah akan ditangani, tahun ini sudah mulai ada kegiatan, karna panjangnya -/+ hampir 5" terangnya.

Zona ke 2 mulyorejo, karangjompo dan tegaldowo.Zona ke 3 jeruksari yang berbatasan dengan kota pekalongan karnanya akan dikoordinasikan dengan pemkot untuk saling melengkapi karna air tidak mengenal batas wilayah,jadi harus ada koordinasi kesepahaman dengan  pemkot.
Powered by Blogger.