Header Ads

Bangunan Mangkrak,Puskesmas II Tirto Akan Di Merger Dengan Puskesmas I

KAJEN - Lantaran dianggap sangat vital,Fraksi PDI Perjuangan dan Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan
menolak rencana merger Puskesmas II Tirto dengan Puskesmas I Tirto.Dikarenakan Puskesmas II Tirto berada di daerah langganan banjir rob dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di empat desa yakni
Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, dengan jumlah penduduk sekitar 17 ribu lebih.

"Fraksi PDIP dan Komisi D sepakat untuk menolak merger Puskesmas II Tirto ke Puskesmas I Tirto. Kami meminta agar pembangunan Puskesmas II Tirto yang mangkrak dilanjutkan, bukannya dimerger. Bahkan, Puskesmas II Tirto seharusnya mendapatkan perlakuan khusus karena di wilayah bencana, sehingga setiap masalah kesehatan bisa segera ditangani," tegas Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, M Nurkholis,Minggu (5/2).

Nurkholis yang berasal dari Fraksi PDIP ini menerangkan, Puskesmas II Tirto selama ini melayani sekitar 17 ribu lebih masyarakat di empat desa.

"yakni Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, bahkan juga melayani masyarakat di sekitar Puskesmas itu, seperti masyarakat Kelurahan Pasir Sari, Kota Pekalongan. Keempat desa tersebut selama ini menjadi langganan banjir rob, sehingga masyarakatnya rawan terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, keberadaan Puskesmas II Tirto sangat dibutuhkan. Selain itu, jika dimerger  jarak tempuh masyarakat akan terlalu jauh, karena harus melalui jalur Pantura."

Apalagi pihaknya mendengar rumor adanya penyakit-penyakit baru akibat selalu menjadi langganan banjir rob. Penyakit baru ini sudah dideteksi ada di Puskesmas II Tirto tersebut.  

"Rata-rata pasien perhari 100 orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mestinya tidak dimerger, tapi
bangunan yang mangkrak itu diselesaikan. Kalau niatannya merger itu namanya mau cuci tangan. Kasihan masyarakatnya," tandasnya.
Powered by Blogger.